Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana pagi yang biasanya tenang di kawasan Taman Viaduk Klender sisi Barat, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, tiba-tiba berubah menjadi tegang ketika ditemukan kejadian yang menyedihkan pada Rabu (6/5/2026) pagi ini. Seorang pria yang identitasnya belum diketahui ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di salah satu pohon di dalam taman tersebut.
Penemuan jasad korban bermula dari aktivitas rutin Asyrof Ihtisaban, seorang petugas PPSU, yang sedang bekerja menyapu di sepanjang Jalan Pahlawan Revolusi, tepat di atas area taman tersebut. Sekitar pukul 06.35 WIB, matanya tertuju pada sesuatu yang tidak biasa di antara rimbunnya dedaunan pohon di bawahnya.
Dari ketinggian, ia melihat sosok yang tergantung diam. Rasa khawatir dan ingin memastikan membuatnya segera turun dan mendekati lokasi tersebut. Setelah dipastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah seseorang yang sudah tidak bernyawa, Asyrof segera memanggil rekannya yang sedang bertugas di lokasi lain.
Baca juga : Seorang Bocah Kelas IV di Kabupaten Ngada Ditemukan Tewas Gantung Diri
Rekan itu, yang berada di Jalan I Gisti Ngurah Rai, kemudian melihat langsung kejadian itu dari balik pagar taman, menyaksikan kenyataan pahit yang terjadi di depannya.
Laporan mengenai kejadian ini dengan cepat tersebar dan diterima melalui pusat panggilan darurat 112. Perwira Pengendali beserta tim Piket Fungsi segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Kehadiran aparat membawa suasana yang semakin serius, seiring dengan dikumpulkannya sejumlah warga sekitar yang penasaran dan prihatin.
Tim identifikasi dari Polres Jakarta Timur kemudian tiba untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jasad dan tempat kejadian. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa korban menggunakan tali dari bahan plastik atau rapiah yang diikatkan kuat pada dahan pohon sebagai alat untuk mengakhiri hidupnya.
Baca juga : Gunakan Tali Pramuka, Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri di Kantor Pos
Tubuh korban tampak utuh dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan fisik maupun tanda penganiayaan, yang menguatkan dugaan awal bahwa kematian ini adalah akibat tindakan bunuh diri.
Setelah seluruh proses pemeriksaan di tempat kejadian selesai, jenazah korban dibawa dengan hati-hati menuju Rumah Sakit POLRI untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut dan identifikasi diri.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus berupaya mengungkap identitas korban serta alasan di balik tindakan tragis ini, sementara warga sekitar masih terkejut dan sedih atas kejadian yang menimpa taman yang seharusnya menjadi tempat istirahat dan hiburan itu.













