Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Genjot Pengerukan Saluran di Tengah Musim Kemarau

Screenshot 20260427 144602
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Genjot Pengerukan Saluran di Tengah Musim Kemarau.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di tengah teriknya matahari musim kemarau yang menyelimuti Jakarta Selatan, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) setempat tampak semakin giat bergerak. Mereka sedang mengintensifkan kegiatan pengerukan, baik pada saluran mikro maupun makro, demi menjaga kelancaran aliran air dan mencegah masalah di masa depan.

Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus, cuaca panas yang melanda saat ini adalah momen yang paling tepat untuk melaksanakan pengerukan kali maupun saluran penghubung. Panasnya udara dari pagi hingga sore hari menciptakan kondisi kerja yang ideal dan sangat mendukung efektivitas pekerjaan di lapangan. Berbeda dengan saat hujan, di mana debit air yang naik justru menghambat proses pengerjaan dan menyulitkan petugas.

“Jadi cuaca panas justru bagus buat kami di Sudin SDA untuk bekerja. Pekerjaan di lapangan jadi lebih optimal, ” kata Junjung, Senin (27/4/2026).

Kegiatan pengerukan ini bukan sekadar tindakan darurat saat banjir melanda, melainkan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. Fokus utama pekerjaan diarahkan pada aliran-aliran kali utama yang melintasi wilayah tersebut, seperti Kali Ciliwung, Kali Grogol, dan Kali Pesanggrahan, serta pembersihan menyeluruh pada berbagai saluran penghubung.

Baca jugaDidampingi PJ Gubernur dan Wali Kota Jakbar, Gibran Tinjau Pengerukan Kali Semongol

Di lokasi-lokasi tertentu yang memerlukan penanganan khusus, pengerukan dilakukan secara manual oleh para petugas. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga kapasitas saluran air agar tetap optimal dalam menampung debit air, baik yang datang dari hulu maupun dari kawasan padat penduduk.

“Pengerukan ini juga berfungsi untuk mencegah timbulnya penyakit yang mungkin muncul akibat genangan air kotor dan bau tidak sedap, ” ujarnya.

Tim Suku Dinas SDA Jakarta Selatan bekerja dengan sangat produktif, mampu menyelesaikan pengerukan di sekitar sepuluh lokasi setiap harinya. Dari jumlah tersebut, enam titik dikerjakan secara sangat intensif untuk memastikan penanganan maksimal terhadap potensi genangan. Lokasi-lokasi prioritas ini umumnya merupakan area yang memiliki risiko tinggi terhadap penumpukan sedimen lumpur dan sampah.

Baca jugaWali Kota Jakbar  Uus Melihat Langsung Pengerukan Lumpur Kali Semongol Dengan Alat Berat

Hasil dari kerja keras ini mulai terlihat nyata. Kegiatan pengerukan terbukti efektif dalam mempercepat surutnya genangan air di sejumlah wilayah. Jika sebelumnya air genangan bisa bertahan hingga sepuluh jam, kini durasinya berkurang drastis menjadi hanya sekitar dua hingga tiga jam. Hal ini terjadi karena kapasitas tampung aliran air yang meningkat setelah proses pengerukan dilakukan.

Tidak hanya berfokus pada antisipasi genangan, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan juga melakukan optimalisasi penampungan air di waduk-waduk yang ada. Jika pada musim hujan volume air waduk sengaja dikurangi untuk menampung air limpahan, maka pada musim kemarau atau pancaroba ini, kapasitas waduk justru dioptimalkan penuh. Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekeringan di wilayah sekitar saat curah hujan berkurang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *