Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini, Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (SISPAMAKO). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk langkah konkret untuk memastikan keamanan markas, aset negara, serta keselamatan personil dari berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi.
Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno menjelaskan bahwa simulasi SISPAMAKO ini bertujuan utama untuk mengamankan MAKO, aset vital, dan personil dari gangguan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) hingga ancaman terorisme.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan. Tujuannya agar apabila ke depannya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau ancaman teror, Polres Metro Jakarta Selatan sudah siap sigap untuk mengantisipasi dan menanganinya,” ujar Seno, Selasa (7/4/2026).
Baca juga : Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Aksi Bersih Bersih Masjid dan Pembagian Takjil
Dalam pelaksanaan simulasi ini, pihak kepolisian tidak bergerak sendiri. Polres Metro Jakarta Selatan menggandeng berbagai elemen masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat krusial karena keamanan wilayah tidak dapat ditangani hanya oleh aparat saja.
“Kami merangkul potensi masyarakat untuk ikut membantu menjaga keamanan MAKO dan situasi Kamtibmas di Jakarta Selatan agar tetap kondusif. Kami melibatkan Organisasi Masyarakat (Ormas), pengemudi ojek online (Ojol), serta elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan,” tambahnya.
Video terkait :
Secara teknis, simulasi kontingensi ini melibatkan kekuatan yang cukup besar. Total personil yang dikerahkan hari ini mencapai sekitar dua pertiga dari total kekuatan yang tersedia, atau kurang lebih berjumlah 700 personil.
Kegiatan ini dikategorikan sebagai kegiatan kontingensi atau kesiapan darurat, bukan kegiatan rutin harian. Langkah antisipasi ini diambil sebagai respons terhadap dinamika situasi yang berkembang, termasuk isu-isu global yang sedang terjadi.
“Untuk saat ini ini adalah kegiatan kontingensi. Kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya, mengingat isu yang sedang beredar terkait konflik di berbagai belahan dunia seperti di Amerika, Israel, dan Iran. Kami waspada jangan sampai hal tersebut berimbas atau berdampak ke wilayah kita, makanya dari sekarang kami sudah bersiap,” tegasnya.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat, sehingga situasi Kamtibmas di Jakarta Selatan tetap aman, kondusif, dan terkendali dari segala bentuk ancaman.













