Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah peristiwa nahas menyayat hati terjadi di Jalan Hutan Jati, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat pagi, 3 April 2026. Kecelakaan maut yang melibatkan iring-iringan truk militer TNI mengangkut pelajar ini merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga, Ani, yang tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol dan terlindas oleh kendaraan dinas tersebut.
Keceriaan pagi yang biasanya menyertai aktivitas warga berubah menjadi kepanikan dan kesedihan mendalam. Peristiwa tragis ini bermula saat korban, Ani, berboncengan dengan rekannya, Kartini, yang juga bertindak sebagai pengendara, melintasi lokasi tersebut. Menurut keterangan saksi mata, iring-iringan yang terdiri dari lima unit truk TNI diketahui melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang korban.
Kartini, selaku korban selamat, menceritakan detik-detik mengerikan itu dengan suara yang bergetar menahan tangis. Ia mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menghindar. Begitu mendengar suara klakson yang memekakkan telinga dari rombongan di belakangnya, ia langsung berusaha menepikan motornya ke bahu jalan. Namun, upaya itu ternyata belum cukup menyelamatkan mereka.
Baca juga : Profil Praka Farizal Rhomadhon: Anggota TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
“Saya sudah minggir, tapi tetap disenggol dari belakang. Itu mobil tentara. Kami langsung jatuh berdua,” tutur Kartini dengan mata berkaca-kaca di lokasi kejadian.
Benar saja, meski motor sudah berada di pinggir jalan, kendaraan roda dua itu tetap tersenggol oleh truk kedua dalam iring-iringan tersebut. Dampak benturan cukup keras membuat kedua wanita itu terlempar dari motor.
Keterangan serupa disampaikan oleh saksi lain, Syaifudin, yang menyaksikan langsung kejadian mengerikan itu. Ia membenarkan bahwa rombongan tersebut terdiri dari beberapa unit truk militer.
Menurut penglihatannya, saat truk kedua menyenggol motor, tubuh Ani yang duduk di posisi boncengan terlempar ke sisi kanan jalan. Malang tak dapat ditolak, tubuh wanita malang itu tak sengaja terlindas oleh ban truk yang melintas.
“Mereka sudah minggir, tapi truk kedua yang lewat langsung menabrak. Korban jatuh ke kanan dan terlindas,” jelas Syaifudin.
Suasana di lokasi kejadian semakin memilukan saat suami korban tiba di tempat. Melihat istrinya terbujur kaku tak bernyawa di pinggir jalan dengan kondisi yang mengenaskan, pria itu tak kuasa menahan tangis.
Baca juga : Ditlantas PMJ Catat 27 Kecelakaan sejak Januari Akibat Cuaca Ekstrem Musim Hujan
Ia menangis histeris hingga jatuh terduduk, membuat siapa saja yang melihatnya ikut terharu dan prihatin. Tangisan keluarga dan kerabat yang mulai berdatangan pun pecah, bercampur dengan kerumunan warga yang memadati area tersebut.
Mendapat laporan kejadian, petugas dari Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat segera dikerahkan ke lokasi. Mereka langsung melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti. Jenazah korban pun segera dievakuasi menuju RSUD Tangerang, Banten, guna dilakukan pemeriksaan visum et repertum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengurai unsur kelalaian dalam insiden yang melibatkan lima truk TNI ini. Berbagai keterangan dari saksi mata dan korban selamat dikumpulkan demi mendapatkan gambaran kronologi yang utuh dan jelas, serta menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan di jalur padat tersebut.













