Satusuaraexpress.co | Jakarta — Program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang diinisiasi Kodam Jaya menunjukkan komitmen nyata dalam mengelola sampah elektronik (e-waste) secara terstruktur dan masif.
Inisiatif yang digagas langsung oleh Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi tersebut mendapatkan apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sebagai langkah konkret mencegah pencemaran lingkungan dan contoh bagi instansi lain di ibu kota.
Melalui program ini, Kodam Jaya mengumpulkan e-waste dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil dalam lingkungannya. Setiap unit kerja terlibat secara terorganisasi, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang juga menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik melalui jalur resmi.
Baca juga : DLH DKI Sudah Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan di RDF Plant Rorotan
Setelah terkumpul, seluruh limbah elektronik diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa langkah tersebut sangat baik karena menunjukkan adanya satuan kerja yang mampu menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Menurutnya, Kodam Jaya berpotensi menjadi pionir dan role model bagi instansi lain di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa e-waste mengandung zat berbahaya seperti merkuri yang dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar, sehingga pengelolaan secara terkontrol sangat penting.
“Saya harap kolaborasi dan inisiatif dapat terus berlanjut serta diperluas ke program lingkungan lainnya, sambil mengajak berbagai elemen untuk melakukan hal serupa di lingkungan masing-masing, ” kata Asep, Minggu (22/2/2026).
Baca juga : Sambut Ramadan, DLH DKI Kerahkan Ribuan Personel Bersihkan Masjid dan Mushola
Sementara itu, Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa pengumpulan e-waste merupakan bagian dari komitmen Kodam Jaya dalam memperluas makna pengamanan wilayah.
Menurutnya, menjaga wilayah tidak hanya berkaitan dengan batas geografis, tetapi juga memastikan tanah dan air tetap aman agar sampah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 5.598,2 kilogram atau lebih dari 5,5 ton e-waste yang kemudian diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.













