Satusuaraexpress.co | Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta Timur menggelar tes urine acak bagi 200 petugas operasional, maintenance, dan frontliner Kereta Cepat Whoosh. Kegiatan ini dilaksanakan di Stasiun Tegalluar dan Stasiun Halim sebagai langkah proaktif dalam pengawasan kesehatan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjelang lonjakan volume penumpang pada periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Pemeriksaan yang difasilitasi oleh BNN Jakarta Timur ini meliputi deteksi berbagai jenis narkotika, termasuk ganja, amfetamin, metamfetamin, kokain, ekstasi, hingga benzodiazepin. Selain pemeriksaan, BNN juga memberikan penyuluhan singkat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja, sebagai upaya edukasi bagi para petugas.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan bahwa tes urine acak ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan KCIC untuk memastikan kesiapan layanan selama periode libur panjang.
“Meskipun pemeriksaan kesehatan rutin dan terjadwal sudah menjadi aturan wajib bagi seluruh petugas, tes urine acak ini menjadi lapisan pengamanan tambahan,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Baca juga : Polda Metro Jaya Tegas dan Tanggap dalam Kasus Penganiayaan di Cimanggis
Sebagai ilustrasi, masinis Whoosh menjalani serangkaian pemeriksaan ketat yang mencakup tes alkohol, pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, nadi, dan saturasi oksigen. Selain itu, dilakukan juga asesmen untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Prosedur ini adalah bagian integral dari upaya KCIC dalam menjaga standar keselamatan tertinggi dan memastikan bahwa setiap petugas berada dalam kondisi prima saat mengoperasikan Whoosh.
“Menjelang peningkatan volume penumpang pada masa Libur Natal dan Tahun Baru, KCIC perlu memastikan seluruh petugas yang bertugas di lapangan berada dalam kondisi sehat dan bebas narkoba. Tes urine acak ini merupakan bagian dari komitmen KCIC untuk menjaga keselamatan operasional Whoosh agar layanan tetap aman, nyaman, dan dapat diandalkan masyarakat,” tambah Eva.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi atas inisiatif KCIC dalam melaksanakan tes urine acak ini. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen KCIC dalam menjaga pelayanan transportasi yang sehat, bebas narkoba, dan berorientasi pada keselamatan publik. Menurutnya, perusahaan transportasi memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh petugasnya berada dalam kondisi sehat dan layak bertugas, terutama menjelang periode mobilitas tinggi.
“Tes urine seperti ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih narkoba. Saya mengapresiasi upaya KCIC yang memastikan pelayanannya dimulai dari kesiapan internal pegawai, sehingga masyarakat semakin yakin, percaya, dan merasa aman karena moda transportasi dilayani oleh petugas yang sehat, tidak terpapar narkoba, dan siap menjalankan tugas demi keselamatan bersama—War on Drugs for Humanity,” ujar Suyudi Ario Seto.
KCIC menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan petugas adalah salah satu komitmen utama perusahaan. Para petugas memegang peran vital dalam memastikan operasional Whoosh berlangsung dengan selamat, serta menjaga sarana dan prasarana tetap andal, mengingat Whoosh mengangkut ratusan penumpang dalam setiap perjalanan.













