Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Maaf Usai Pernyataan Kontroversial Soal Ahli Gizi Viral

Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat Kesra Cucun Ahmad Syamsurijal
Cucun Ahmad Syamsurijal.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf setelah video yang menampilkan pernyataannya terkait kebutuhan ahli gizi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi viral di media sosial. Kontroversi ini bermula saat Forum Konsolidasi Sistem Pangan dan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bandung berlangsung.

Dalam forum tersebut, seorang peserta menyampaikan keluhan mengenai kesulitan yang dihadapi oleh Badan Pangan Nasional (BPN) dalam merekrut ahli gizi untuk ditempatkan di SPPG. Peserta tersebut mengusulkan agar BPN tidak lagi menggunakan istilah “ahli gizi” jika tenaga yang direkrut tidak memiliki latar belakang pendidikan gizi yang sesuai.

Sebagai alternatif, mereka mengusulkan penggunaan istilah “tenaga OA/OC”. Selain itu, peserta juga mendorong BPN untuk menjalin kerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dalam pelaksanaan program MBG.

Baca juga : Kapal Ditumpangi 29 Siswa Tenggelam di Perairan Teluk Jakarta Akibat Cuaca Buruk dan Gangguan Mesin

Namun, sebelum peserta tersebut selesai menyampaikan pandangannya, Cucun Ahmad Syamsurijal memotong pembicaraan dan menilai penjelasannya terlalu panjang. Ia bahkan menuding peserta tersebut bersikap arogan.

“Saya enggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya,” ujar Cucun dalam video yang beredar.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Cucun juga menyampaikan rencananya untuk mengubah diksi “ahli gizi” dalam program MBG menjadi “tenaga yang menangani gizi”.

“Tidak perlu ahli gizi. Cocok enggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” tambahnya.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan ahli gizi dan masyarakat yang peduli terhadap isu kesehatan dan gizi. Banyak yang menilai bahwa pernyataan tersebut meremehkan peran penting ahli gizi dalam menjamin kualitas dan keberhasilan program MBG.

Baca juga : Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi Geruduk Monas, Tuntut Jampidsus Ditangkap

Menanggapi polemik yang berkembang, Cucun Ahmad Syamsurijal kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya. Ia mengakui bahwa pernyataannya tersebut kurang tepat dan menimbulkan kesalahpahaman. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sangat menghargai peran dan kontribusi ahli gizi dalam pembangunan kesehatan dan gizi masyarakat.

“Saya mohon maaf atas pernyataan saya yang kurang tepat. Saya tidak bermaksud meremehkan peran ahli gizi. Justru saya sangat mendukung upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui program-program yang melibatkan tenaga ahli yang kompeten,” tulis Cucun dalam unggahannya.

Meskipun demikian, kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi para pembuat kebijakan untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di depan publik, terutama terkait isu-isu yang sensitif dan berdampak luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *