Pemprov DKI Jakarta Intensif Dampingi Korban dan Warga Sekolah SMAN 72 Pasca-Insiden Ledakan

siaranpers pemprov dki 20251109143853 5546g1 678
Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) telah ditempatkan di lingkungan sekolah SMAN 72 Jakarta.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian dan pendampingan menyeluruh bagi para korban dan warga sekolah SMAN 72 Jakarta pasca-insiden ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Langkah-langkah cepat dan terkoordinasi telah diimplementasikan untuk memastikan proses pemulihan fisik dan psikologis berjalan optimal, mencerminkan kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan warganya.

Saat ini, sebanyak 30 korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Rinciannya, 14 orang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, 15 orang di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina Jaya.

Pemprov DKI Jakarta menjamin bahwa setiap korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pemantauan kondisi secara berkelanjutan, memastikan tidak ada satu pun yang terlewatkan dari perhatian.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa dukungan psikologis menjadi prioritas utama selama masa pemulihan. Dukungan ini akan diberikan secara berkelanjutan, bahkan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung.

Baca juga : Sebanyak 55 Orang Jadi Korban Insiden Kencan di SMAN 72, Polisi Masih Dalami

Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) telah ditempatkan di lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan psikis kepada siswa, guru, keluarga terdampak, serta warga sekitar yang membutuhkan konseling gratis.

“Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah,” ujar Iin Mutmainnah, Minggu (09/11/2025).

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dalam menangani dampak psikologis yang mungkin timbul akibat insiden tersebut.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah menyusun jadwal pendampingan klinis dan menurunkan tenaga medis bagi korban yang masih memerlukan perawatan lanjutan. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta aktif berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memastikan ketersediaan tenaga psikolog yang memadai, sehingga proses pemulihan para korban dapat berjalan komprehensif.

Baca juga : Menteri P2MI dan IBC Jalin Kolaborasi Meningkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa lokasi SMAN 72 masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara daring (online) mulai Senin, 10 November 2025, hingga kondisi sekolah dinyatakan aman dan dapat digunakan kembali.

“Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah. Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman,” jelas Nahdiana.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama pihak sekolah, psikolog, serta unsur wilayah setempat. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung pemulihan siswa.

“Saat ini, para petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP telah berjaga di lokasi untuk memastikan pendampingan berjalan baik,” pungkasnya.

Dengan komitmen yang kuat, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk terus mendampingi seluruh korban, guru, dan siswa SMAN 72 Jakarta agar dapat pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun psikologis. Tujuannya adalah agar mereka dapat kembali menjalani kegiatan belajar dengan aman dan nyaman, serta melanjutkan kehidupan dengan semangat baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *