Satusuaraexpress.co | Jakarta — Bima Permana Putra (BPP) masuk dalam daftar orang hilang yang diunggah akun media sosial @kontras_update saat demo di Kwitang, Jakarta. Bima akhirnya ditemukan di Malang, Jawa Timur.
Dari data KontraS disebutkan ada tiga orang yang masih hilang sejak demo pada 30-31 Agustus 2025. 1 orang merupakan non-demonstran yakni Bima, sedangkan 2 lainnya adalah demonstran bernama M Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo. Berbekal informasi tersebut, tim khusus pencarian orang hilang yang dibentuk Polda Metro Jaya bergerak melakukan pencarian.
Berikut kronologi lengkap ditemukannya Bima :
Pada Kamis (28/8/2025) sampai dengan Sabtu (30/8/2025) Bima tinggal di Mes PT. Rezeki Alam Samudra, Penjaringan, Jakarta Utara. Kemudian pada Senin (1/9/2025), Bima dari Jakarta pergi ke Tegal, Jawa Tengah, dengan mengendarai sepeda motor Merk Honda Aerox miliknya.
Baca juga : Menteri Keuangan Mulai Salurkan Dana Sebesar Rp200 Triliun ke Lima Bank Milik Negara
Sesampainya di Tegal, Bima menginap di Hotel Red Doors. Kemudian Bima langsung menjual sepeda motor miliknya melalui COD di depan Hotel Red Doors dengan harga sebesar Rp. 5.000.000.
Kemudian, Selasa (2/9/2025) Bima memesan Grab motor menuju Stasiun Tegal untuk berangkat ke Malang. Sesampainya di Malang, Bima menuju ke Pom Bensin Mergosono untuk beristirahat. Selanjutnya Bima memesan Hotel Java Boutique melalui aplikasi traveloka.
Setelah memesan hotel, Bima langsung menuju hotel tersebut dan menginap selama 2 malam. Kemudian pada Jumat (5/9/2025) setelah selesai menginap dari hotel, Bima pergi ke tempat ibadah wihara daerah Klenteng. Di depan Klenteng itu Bima berjualan Barongsai.
Baca juga : Gelar Doa Dan Istigosah Bersama Ojol, Gus Miftah Doakan Prabowo dan Alm Affan Kurniawan
Bima berjualan sampe tanggal 16 September 2025 dan beristirahat selalu di Pom bensin Mergosono. Kemudian pada tanggal 17 September 2025, Bima ditemukan oleh Anggota Resmob Polda Metro Jaya di depan tempat ibadah wihara daerah klenteng.
Bima tidak pernah ikut kerusuhan di Jakarta, hanya saja dia yang menghembuskan isu 3 pendemo hilang dan tidak diketahui keberadaannya, ini dikuatkan dengan hasil VLR dan titik IP nya dia tidak pernah ada di Jakarta.













