Satusuaraexpress.co | Jakarta – Polemik proyek pengurukan tanah di jalan Menara KAV DKI, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, masih berlanjut. Warga sekitar yang merasa terganggu meminta kepada Walikota Jakarta Barat untuk melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pasalnya, pada Minggu (18/5/2025) masyarakat sudah bertemu dengan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Pertemuan itu membahas terkait operasional truk yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekitar. Dimana, masyarakat meminta audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta pada Kamis (22/5/2025).
Menyikapi polemik tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengatakan pihaknya akan segera memanggil baik dari pegembang, RT, RW dan warga. Pada pertemuan itu nantinya pengembang akan menjelaskan ke warga terikait prores pengurukan serta solusi dari dampak yang akan terjadi.
Baca juga : Gubernur DKI Gagas “Manggarai Bershalawat” untuk Atasi Tawuran
“Saya juga sudah memerintahkan jajaran perijinan untuk bertindak tegas bila mana di temukan pelanggaran Perda, ” kata Uus, Senin (19/5/2025).
Seperti diketahui, Sudinhub Jakarta Barat telah berulangkali melakukan penindakan terhadap truk yang beroperasi selama 24 jam pada proyek pengurukan tanah di Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Pada tanggal 07 Mei 2025 Sudinhub Jakarta Barat mendapat laporan ada satu lokasi yang akan di lakukan pembangunan. Anggota bergerak mengecek ke lokasi tersebut, dan untuk hari pengecekan tersebut belum nampak adanya kegiatan.
Baca juga : Dapat Jaminan Dari Ketua Komisi III DPR RI, Mahasiswi ITB Dibebaskan
Kemudian tanggal 08 Mei 2025 anggota mendatangi pengurukan yang berlokasi di Jalan Raya H. Juhri, Sudinhub Jakarta Barat mengundang penanggungjawab kendaraan truck dan penanggung jawab proyek pengurukan di Kantor Walikota Jakarta Barat.
Pada tanggal 09 Mei 2025 mendapat pengaduan masyarakat pukul 01.00 dinihari telah terjadi keributan antara pengemudi truck tanah dengan warga sehubungan ada kabel listrik yang tertabrak kendaraan truck tanah.
Pada tanggal 10 Mei 2025 Kasie Dalops beserta tim mendatangi lokasi kabel yang di tabrak kendaraan truck tanah di damping penanggung jawab kendaraan truck tanah.
Baca juga : Kurangi Kemacetan, Dishub DKI Akan Terapkan Jalan Berbayar
Tanggal 10 Mei 2025 Kasie Dalops beserta tim mendatangi lokasi proyek pengurukan di damping penanggungjawab kendaraan truck tanah. Lalu pada tanggal 14 Mei 2025 Kendaraan Truck Tanah parkir di sepanjang Exit Tol Meruya, tidak bisa masuk ke lokasi karena kejadian tanggal 09 Mei 2025.
Tim Lintas Jaya mendorong kendaraan Truck Tanah sebanyak 80 kendaraan dipindah dari Exit Tol Meruya ke Terminal Rawa BuayaTanggal 14 Mei 2025 memanggil penanggungjawab kendaraan truck tanah ke ruang kerja Kasie Dalops Jakarta Barat.
Tanggal 17 Mei 2025 dilakukan penindakan kendaraan parkir di Exit Tol Meruya sebanyak 30 Kendaraan Truck Tanah. Setelah dilaksanakan penggebahan di Exit Tol Meruya kedapatan 3 kendaraan truck tanah di stop operasi karena tidak memiliki surat – surat.













