Satusuaraexpress.co | Jakarta – Masih belum hilang dari ingatan publik, ketika pada masa kampanye Pilkada Jakarta lalu, Gubernur Pramono Anung begitu yakin menjanjikan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh RT/RW. Saat itu, dia berkeyakinan anggaran memadai dan mampu mengakomodasi ongkos pemasangan dan perawatan.
Kini Pramono berubah dan menganulasi janji kampanyenya. Pramono menyebutkan bahwa pihaknya memasang batalion pemasangan CCTV di setiap RT/RW. Namun, akan diganti dengan pemasangan CCTV secara menyeluruh.
“Hal yang berkaitan dengan CCTV tidak akan kita pasang seperti di RT/RW begitu, tapi secara keseluruhan,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa pemasangan CCTV secara menyeluruh ini akan dilakukan melalui penyewaan kepada pihak ketiga. Ia mangatakan, biaya sewa lebih murah dibandingkan beli baru.
Baca juga : Tak Karena Tangani Parkir Liar, Komisi C DPRD Sarankan Pemprov DKI UPT Parkir Dibubarkan
“Dengan demikian, kebutuhan untuk CCTV tidak lagi menjadi pengadaan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi akan disewa. Karena sekarang ini jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli baru,” ucap Pramono.
Menurutnya, biaya perawatan CCTV cenderung lebih mahal jika dikelola sendiri, sedangkan jika disewa, tanggung jawab perawatan berada di pihak ketiga
“Memang lebih baik tidak membayar sendiri karena biaya pemeliharaannya akan lebih mahal dan sebagainya. Kemarin saya sudah ke Smart City dan juga belajar di internal Balai Kota, hasilnya menunjukkan bahwa menyewa jauh lebih murah,” ujarnya.
Baca juga : Gubernur DKI Gagas “Manggarai Bershalawat” untuk Atasi Tawuran
Ia mengatakan pengadaan sistem CCTV sewa ini juga cepat karena semua jaringan telah terpasang sejak lama. “Tinggal memutuskan apakah penggunaannya untuk pengawasan atau investigasi yang lebih dalam, itu tergantung Pemerintah DKI,” ucapnya.
Mestinya Pramono akui ini dari awal. Sebab, sudah banyak yang mengingatkan. Salah satunya pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah. Pada Kamis (12/9/2024), Trubus sudah mengingatkan bahwa program pemasangan CCTV untuk menekan angka kriminalitas tidak efektif.
“Program ini mengeluarkan anggaran besar kalau terlaksana. Efektivitasnya minim. RT kan luas, kalau di Jakarta rata-rata 200 KK satu RT,” ujar Trubus.













