Berita  

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla Kalimantan Capai Atmosfer Jakarta dan Berbagai Wilayah Indonesia

Screenshot 2026 10 17 11 13 11 061 com.instagram.android edit
BMKG: Asap tersebut terdeteksi meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Selain DKI Jakarta, asap di atmosfer juga terpantau di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, serta sebagian pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Satusuaraexpress.co| Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya penyebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga mencapai atmosfer wilayah Jakarta pada Jumat (16/10/2026).

​Berdasarkan citra satelit yang ditangkap BMKG pada pukul 13.00 WIB, sebaran asap tersebut terdeteksi meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Selain DKI Jakarta, asap di atmosfer juga terpantau di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, serta sebagian pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

​Pihak BMKG menegaskan bahwa gambaran yang ditunjukkan oleh pencitraan satelit tersebut merupakan kehadiran dan lintasan sebaran asap di lapisan atmosfer (udara atas), bukan konsentrasi polusi udara secara langsung di permukaan tanah (ground level).

​Meskipun asap terpantau membumbung di lapisan atmosfer, masyarakat tetap diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi penurunan kualitas udara maupun dampak kesehatan yang berisiko timbul.

​Sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi dampak sebaran asap tersebut, masyarakat disarankan untuk mengambil beberapa langkah pencegahan. Menggunakan masker (seperti N95 atau masker medis) guna meminimalkan partikel halus terhirup ke sistem pernapasan.

  • ​Membatasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penderita asma, dan wanita hamil.
  • Menutup jendela dan pintu saat konsentrasi asap meningkat serta memanfaatkan pemurni udara (air purifier) jika memungkinkan.
  • Selalu memperbarui informasi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau instansi terkait.

​Masyarakat diharapkan tetap memantau pembaruan data citra satelit dan kualitas udara secara berkala dari BMKG untuk mengantisipasi dinamika pergerakan arah angin dan sebaran asap ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *