Berita  

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Mewariskan Jejak Emas Musik dan Seni Pertunjukan Indonesia

IMG 3621
Guruh Sukarnoputra. Foto: Ist

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Tanah Air. Seniman sekaligus seniman legendaris Indonesia, Guruh Soekarnoputra, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, putra bungsu Proklamator RI Soekarno ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun.

Kepergian Guruh meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan karya yang tak ternilai. Sepanjang hidupnya, ia dikenal konsisten membawa dan mengangkat kebudayaan tradisional Indonesia ke dalam panggung modern, baik melalui eksperimen musik maupun seni pertunjukan berskala besar.

Pelopor Progresif Musik Indonesia

Jejak Guruh dalam lanskap musik nasional terpatri kuat sejak era 1970-an. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat membentuk kelompok musik eksperimental Guruh Gipsy bersama sederet musisi papan atas seperti Chrisye, Keenan Nasution, Roni Harahap, Oding Nasution, dan Abadi Soesman.

Guruh Gipsy menjadi fenomena berkat keberaniannya memadukan genre progressive rock dan art rock dengan gamelan serta musik tradisional Bali. Album perdana dan tunggal bertajuk Guruh Gipsy mencatatkan sejarah penting hingga dinobatkan di peringkat kedua dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia. Lintas generasi hingga kini masih terus membicarakan karya inovatif tersebut sebagai salah satu tonggak modernisasi musik etnik Indonesia.

Melahirkan Generasi Bintang Lewat Swara Maharddhika

Tak hanya berhenti di dunia tarik suara dan komposisi musik, jejak kebudayaan Guruh juga meluas ke seni tari dan pertunjukan panggung. Pada tahun 1977, ia mendirikan Swara Maharddhika, sebuah wadah kreativitas yang mengawinkan seni tari tradisional Indonesia dengan sentuhan koreografi serta pendekatan modern.

Lewat Swara Maharddhika, Guruh menyajikan berbagai pergelaran kolosal yang mengintegrasikan musik, tari, tata busana, dan tata panggung yang megah. Wadah ini juga menjadi kawah candradimuka bagi banyak maestro dan penyanyi ternama Indonesia, mulai dari Titi DJ, Denny Malik, Dewi Gita, Memes, hingga Irianti Erningpraja.

Konsistensi Guruh Soekarnoputra dalam mengemas identitas budaya bangsa ke dalam bentuk karya modern menjadikannya sosok legendaris yang tak tergantikan. Dedicated dan kontribusinya akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah musik dan kebudayaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *