Satusuaraexpress.co | Jakarta — Persiapan menuju hari bahagia sering kali diwarnai dengan harapan dan kebahagiaan yang tak terkira. Begitu pula yang dirasakan oleh Raka dan Ambar, sepasang kekasih yang tengah sibuk menata rencana pernikahan mereka.
Bagi keduanya, langkah ini adalah awal dari babak baru yang akan mempersatukan dua keluarga menjadi satu. Namun, kebahagiaan yang terasa sempurna itu mendadak berubah menjadi ketidakpastian, ketika rahasia masa lalu yang tersimpan puluhan tahun perlahan terkuak.
Semuanya bermula saat Nin Sita, nenek dari Raka, mengetahui bahwa Akung Abi, kakek dari Ambar adalah sosok yang pernah menghancurkan hatinya di masa muda. Mendapati kenyataan ini, Sita langsung mengambil keputusan tegas, membatalkan seluruh acara pertemuan keluarga yang telah disusun.
Seolah membuka kotak kenangan yang telah lama tertutup rapat, pertemuan tak terduga ini membangkitkan kembali luka yang seharusnya sudah terkubur dalam waktu.

Berusaha menyelamatkan hubungan dan mencegah perpecahan, Ambar mencoba mendamaikan kedua belah pihak dengan membujuk kakeknya untuk meminta maaf kepada Sita. Namun, niat baik itu justru berbalik menjadi bumerang. Alih-alih meredakan ketegangan, upaya tersebut malah membuka kembali luka lama yang terasa masih perih.
Konflik antar generasi tua ini pun merambat ke generasi muda. Raka dan Ambar, yang seharusnya saling mendukung, mulai terpisah jarak karena masing-masing merasa wajib membela pihak keluarga yang mereka cintai. Mimpi pernikahan mereka perlahan terancam kandas, terjebak di tengah kisah yang bukan mereka ciptakan.
Namun, takdir seolah memiliki skenario lain. Segalanya berubah saat Sita dan Abi secara tak sengaja dipertemukan kembali di kota Bandung. Melihat kesempatan langka ini, Raka dan Ambar memutuskan untuk memberi ruang bagi keduanya, berharap waktu dan kebersamaan dapat membawa kedamaian serta penyelesaian yang baik.

Akan tetapi, apa yang terjadi justru melampaui dugaan semua orang. Di tengah percakapan dan kenangan yang terungkap, api cinta yang sempat padam puluhan tahun lalu menyala kembali dengan hangat.
Situasi ini membuat hubungan Raka dan Ambar yang sudah memburuk menjadi semakin rumit; rasa kecewa dan bingung melanda mereka melihat kisah asmara tak terduga yang terjadi di antara kakek dan nenek mereka.
Kisah dengan judul lengkap CLBK: Cinta Lama Babak Kedua ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan film drama romantis lainnya. Jika umumnya kisah cinta berpusat pada anak muda, film ini membawa perspektif baru: ketika kisah asmara yang tak selesai justru terjalin kembali di usia senja.
Berbalut konflik keluarga yang mendalam namun tetap diselimuti nuansa hangat dan sedikit kelucuan, film ini menawarkan pengalaman menonton yang segar dan tak terduga. Film ini dijadwalkan resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 2 Juli 2026.
Keunggulan cerita ini tak lepas dari jajaran pemain yang membawakannya dengan sangat meyakinkan. Sebagai poros utama cerita, peran Akung Abi diperankan oleh Slamet Rahardjo, sedangkan Nin Sita dibawakan oleh Widyawati, dua aktor kawakan yang kemampuan aktingnya tak perlu diragukan lagi.
Melalui gerak tubuh, pandangan mata, dan dialog yang terasa tulus, keduanya berhasil menghidupkan kembali perasaan cinta dan luka yang telah terpendam lama.
Untuk melengkapi alur cerita, peran Abi dan Sita di masa muda pada tahun 1970-an diperankan oleh Yusuf Mahardhika dan Gisellma Firmansyah, yang menghadirkan pesona dan kimia manis khas masa muda, menjadikan perjalanan cerita terasa lebih utuh dan berwarna.
Tak hanya itu, penampilan Sintya Marisca sebagai Ambar, seorang wanita yang harus berjuang menyatukan dua dunia yang bertentangan, sangat memukau. Di sampingnya, Iskak Khivano memerankan sosok Raka dengan penuh perasaan, menggambarkan keraguan dan tanggung jawab yang diemban pemuda itu dengan sangat baik.
Kekuatan akting semakin lengkap dengan kehadiran para pendukung seperti Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila yang menyempurnakan setiap adegan.
Di balik layar, sutradara sekaligus penulis naskah Ivander Tedjasukmana mengaku telah menyimpan gagasan cerita ini selama hampir sepuluh tahun sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkannya pada tahun lalu.
Bagi Ivander, mengarahkan dua aktor senior dalam satu bingkai adegan menjadi tantangan tersendiri, namun pengalaman itu justru menjadi pembelajaran berharga. “Diberi arahan sedikit saja mereka sudah langsung paham dan menghayati perannya,” ujarnya.
Vladimir Rama, selaku Co-Produser sekaligus pendiri MIR Productions, menambahkan bahwa premis film ini mungkin terasa tidak biasa, namun perasaan di dalamnya adalah hal yang dapat dipahami oleh siapa saja.
“Meskipun mengusung genre drama romantis, bumbu komedinya cukup kental sehingga tetap menghibur. Jika ingin melihat adu akting lintas generasi yang menyentuh hati, jangan lewatkan film ini mulai 2 Juli nanti di bioskop,” tutupnya dalam konferensi pers yang digelar pada 26 Juni 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta.
CLBK: Cinta Lama Babak Kedua mengajak kita merenung bahwa cinta tak mengenal usia, dan masa lalu yang belum selesai terkadang bisa menentukan arah masa depan. Sebuah kisah yang menyentuh, menghibur, dan penuh kejutan yang sayang untuk dilewatkan.













