Satusuaraexpress.co | Jakarta – Pengemudi ojek online (ojol) akan melakukan demo besar-besaran di beberapa titik di Jakarta, hari ini. Terkait hal itu, Polda Metro Jaya melalui Dirlantas telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas.
Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan pihaknya akan menyiapkan rekayasa lalu lalu lintas pada kegiatan demo oleh ojek online.
“Rekayasa ataupun pengalihan, tapi sifatnya situasional kita lihat seperti apa. Itu adalah pilihan terakhir,” kata Argo, Senin (19/5/2025).
Baca juga : PPATK Blokir 28.000 Rekening Terkait Judol, Penipuan, Narkoba
Argo mengatakan pengalihan akan dilakukan di sejumlah titik di sekitar lokasi aksi. Meski demikian, pengalihan menjadi alternatif terakhir untuk mengurai kepadatan yang terjadi.
“Seperti biasanya kalau seputaran di Patung Kuda nanti pengalihannya kita belokkan ke Budi Kemuliaan, kemudian di seputaran Tugu Tani, kemudian ke Harmoni-Tomang,” ujarnya.
Argo menambahkan pihaknya juga siap mengawal massa dari daerah aglomerasi menuju lokasi aksi untuk memastikan arus lalu lintas lancar. Lebih lanjut, Argo mengimbau masyarakat menghindari lokasi aksi agar terhindar dari kemacetan.
Baca juga : Patung “Juma Jokowi” Senilai Rp 2,5 Miliar Selesai Dibangun, Jadi Ikon di Liang Melas Datas
“Kita tetap imbau ke masyarakat supaya menghindari area seputaran Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, sama seputaran DPR. Karena memang jumlahnya (massa) cukup banyak seperti itu,” imbuhnya.
Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menambahkan massa ojol akan berdemo di lima titik, yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Istana Merdeka, DPR RI, Kantor-kantor Aplikasi, dan semua lokasi yang berhubungan dengan perusahaan aplikasi. Demo akan dimulai pukul 13.00 WIB hingga tuntutan mereka diterima.
Baca juga : Artis Jonathan Frizzy Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Vape Mengandung Obat Keras
“Diperkirakan akan dihadiri lebih dari 25 ribu massa ojol dari berbagai penjuru kota di Jawa dan sebagian Sumatera serta Jabodetabek yang secara bergelombang telah masuk wilayah Jakarta, dan bergabung di beberapa titik-titik basecamp komunitas ojol di 5 wilayah Jakarta,” tuturnya.
Dalam aksi besok, para pengemudi meminta lima tuntutan. Berikut seluruh tuntutan tersebut:
1. Presiden RI dan Menteri Perhubungan berikan sanksi tegas kepada perusajaan aplikasi pelanggar regulasi Pemerintah RI / Permenhub PM No.12 tahun 2019, Kepmenhub KP No.1001 tahun 2022.
2. DPR RI Komisi V agar menggelar RDP gabungan Kemenhub, Asosiasi, Aplikator.
3. Potongan Aplikasi 10%
4. Revisi Tarif Penumpang (hapus aceng, slot, hemat, prioritas dll)
5. Tetapkan Tarif Layanan Makanan dan Kiriman Barang, libatkan Asosiasi, Regulator, Aplikator dan YLKI













