Malnupiravir Terobosan Baru Pengobatan Covid -19

images

Satusuaraexpress.co – Lebih dari setahun pandemi COVID-19 memporakrandakan dunia, dokter
dan pasien hanya memiliki sedikit pilihan dalam pengobatan. Beberapa
negara telah melakukan lockdown sebagai upaya memutus mata rantai
penularan. Kehidupan berjalan dengan new norm, harus melakukan
protokol kesehatan kalau tidak mau terpapar virus corona SARS-CoV-2.
Vaksinasi sudah dilakukan secara serentak di dunia, namun hasilnya
masih belum seperti yang diharapkan.

Dari Maret hingga April tahun lalu, virus korona baru terjadi di peternakan
cerpelai di Belanda dan Norwegia, yang menyebabkan kematian besar￾besaran jutaan cerpelai. Peternakan cerpelai memberi makan cerpelai dengan “Molnupiravir” dan menemukan bahwa tidak ada virus korona baru
di cerpelai yang sakit 24 jam kemudian. Peternakan cerpelai dengan cepat
menghentikan penyebaran virus korona baru.

Para peneliti telah menemukan pengobatan virus corona SARS-CoV-2
(COVID-19) dengan obat anti virus baru , MK-4482/EIDD-2801 atau
Molnupiravir sebagai obat COVID-19 yang menyerupai Tamiflu sebagai
obat utama untuk mengobati COVID-19. Obat ini awalnya dikembangkan
untuk melawan virus influenza. Berdasarkan studi yang dimuat di The
Journal Nature Microbiology dari Georgia State University (GSU) telah
ditemukan bahwa obat ini poten terhadap virus influenza.

Menurut Richard Plemper dari GSU MK-4482/EIDD-2801, merupakan obat
yang diberikan secara oral yang dapat memblok transmisi SARS-CoV-2 ,
merupakan broadspektrum antivirus terhadap RNA virus saluran
pernafasan dan merupakan kandidat secara farmakologi mengontrol
COVID-19. Merupakan senyawa, prinsipnya mencegah virus adalah
enzim, yaitu menghambat berbagai RNA virus ,termasuk SARS-CoV-2
penyebab COVID-19 bereplikasi, sehingga dapat membasmi virus dengan
cepat.

Penelitian yang dilakukan Ridgeback Biotherapeutics LP dan Merck & Co.,
secara significan memperlihatkan bahwa Molnupiravir mengurangi
penularan viruscorona pada subjek dalam studi tahap dua setelah lima
hari pengobatan. Studi lebih lanjut tentang penelitian sedang dilakukan.
Jika terbukti mampu mengobati pasien COVID-19 yang menunjukkan
gejala klinis , obat tersebut akan mendukung pengobatan terbatas dan
menjadi antivirus oral pertama untuk melawan virus corona SARS-CoV-2.
Amerika Serikat akan segera memiliki obat oral untuk mengobati virus
korona baru. Pasien yang terkena virus corona baru akan meminum obat
tersebut di rumah selama 5 hari, virus corona baru akan benar-benar
dikeluarkan dari tubuh, dan pasien akan sembuh total.
Obat, yang dikenal sebagai Molnupiravir, dikembangkan bersama oleh
dua perusahaan farmasi besar, “Ridgeback Biotherapeutics,LP” dan
“Merck & Co Inc ” , dan telah berhasil menyelesaikan uji klinis tahap
pertama dan kedua pada manusia. Efeknya 100%; uji klinis fase 3 saat ini
mendekati akhir dan efeknya sangat bagus. Jika penelitian berjalan
dengan baik, itu akan tersedia di pasar dalam waktu 4 sampai 5 bulan
kedepan.

Pasien bisa minum obat sendiri di rumah, dan sembuh dalam 5
hari, yang sangat nyaman digunakan. Mengobati virus corona baru di
masa depan seperti mengobati flu biasa sekarang. Kemudian dua
perusahaan besar farmasi melakukan uji klinis tahap pertama pada
manusia. Setelah sukses, mereka akan melakukan uji klinis tahap kedua
dan ketiga. Sejauh ini akan diluncurkan secara resmi. Ini adalah pencapaian besar komunitas ilmiah, khususnya komunitas
medis.

Uji klinis pada tahap tengah, atau fase 2a, melibatkan 182 subjek untuk
mempelajari efek berbagai dosis molnupiravir pada orang yang mempunyai gejala COVID-19 dalam minggu sebelumnya, tes swab Real Time PCR positif mengidap penyakit tersebut selama empat hari terakhir dan tidak
dirawat di rumah sakit. “Tes tidak mendeteksi virus corona menular pada
sukarelawan studi yang memakai molnupiravir dua kali sehari setelah lima
hari pengobatan, sementara 24 persen dari subjek yang menerima plasebo melakukannya” laporan Ridgeback pada Konferensi virtual tentang Retrovirusdan Infeksi Oportunistik (CROI 2021).

Subjek yang menggunakan dosis obat yang lebih besar juga memiliki
tingkat virus menular yang lebih rendah daripada kelompok plasebo
setelah tiga hari. Wayne Holman salah satu pendiri Ridgeback
Biotherapeutics mengatakan hasil menunjukkan obat tersebut mencegah
virus corona bereplikasi di dalam tubuh dan menunjukkan bukti pertama
bahwa obat molnupiravir oral dapat efektif melawan virus corona.
“Penemuan ini juga menunjulkan bahwa obat tersebut dapat mengurangi
penyakit” kata Dr. Holman kepala eksekutif Ridgeback Amerika Serikat
akan segera memiliki obat oral untuk mengobati virus korona baru.

Pasien yang terkena virus corona baru akan meminum obat tersebut di rumah
selama 5 hari, virus corona baru akan benar-benar dikeluarkan dari tubuh,
dan pasien akan sembuh total.
Ini adalah pencapaian besar komunitas ilmiah, khususnya komunitas
medis. sebuah perusahasn investasi. Ridgeback Biotherapeutics memiliki
pengobatan yang disetujuhi untuk penyakit Ebola.

Informasi dari Merck mengatakan mungkin bisa memiliki hasil sementara pada akhir bulan ini
dari dua uji coba tahap akhir yang mengeksprolasi apakah molnupiravir
membantu mencegah rawat inap dan kematian akibat COVID-19.

Salam sehat
Jakarta 13 April 2021
Dr. Mulyadi Tedjapranata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *