Kemudian Bali, Aceh, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur masing-masing 6 dokter, Riau 5 dokter, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan masing-masing 4 dokter, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara masing masing 3 dokter, NTB dan Bengkulu masing-masing 2 dokter.
Kemudian, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, dan Maluku Utara masing-masing 1 dokter.
Adib sebelumnya menyebut kenaikan jumlah kematian dokter ini merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid-19 baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri.Sementara itu, data Lapor Covid-19 memaparkan sebanyak 507 tenaga kesehatan dari 29 provinsi di tanah air meninggal dunia usai terpapar Covid-19.
Dari jumlah itu, 96 orang di antaranya meninggal pada Desember 2020. Kematian tenaga kesehatan pada bulan ini pun menjadi yang terbanyak.
“Ironisnya, masih banyak warga belum percaya Covid-19, abai protokol kesehatan, bahkan menuding adanya ‘pengkovidan’ pasien,” tulis caption instagram @laporcovid19, Selasa (29/12).
Lapor Covid-19 merilis data kematian tenaga kesehatan per Senin (28/12), yang terdiri dari 228 dokter, 13 dokter gigi, 167 perawat, dan 68 bidan.Kemudian 10 ahli teknologi laboratorium medik, 6 apoteker, 4 petugas rekam radiologi, terapis gigi dan sopir ambulans masing-masing 2 orang, tenaga farmasi, elektromedik, dan sanitarian masing-masing 1 orang, serta 4 orang tenaga kesehatan kategori lainnya. (*)













