KPK Harus Miskinkan Biar “Gelandangan”, Ketum GPHN Sebut AW Pemain Lama

IMG 20201207 162400
Adi Wahyono(Aw) saat menyerahkan diri ke KPK

Satusuaraexpress.co – Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)untuk memiskinkan para pelaku koruptor. Termasuk Adi Wahyono yang terlibat dugaan korupsi dana Bansos. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN-RI) Madun Hariyadi dalam keterangan tertulis, Senin(7/12/2020).

Madun mengungkapkan, sepak terjang AW sudah ia ketahui sejak menjabat di BKKBN. Bahkan Madun mengetahui siapa-siapa para perampok uang negara.

“Dia mantan pejabat BKKBN yang sangat lihai dan piawai dalam merampok uang Negara. Saya tahu perampok-perampok uang negara di Republik ini, termasuk AW,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Madun siap jika diminta KPK untuk memberikan bukti apa yang diucapkannya. Ia berharap sebagai lembaga antirasuah jangan ragu untuk memiskinkan para koruptor agar menjadi “gelandangan” bila perlu dihukuman mati.

“Beberapa orang petugas KPK tahu sepak terjang AW sejak dia sebagai pejabat BKKBN,” Imbuh Madun.

Bukan tanpa alasan ia membuat pernyataan demikian. Madun sendiri mengantongi bukti Adi Wahyono yang kerap bermain dengan anggaran di BKKBN.

“Anggaran di BKKBN ratusan Miliyar rupiah yang di kelola AW setiap tahun,Tentu KPK harus menyelidiki aset-aset AW dan menyitanya,”pungkasnya.

Sekedar diketahui, nama Adi Wahyono (AW) langsung mencuat sesaat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) pada Sabtu (5/12/2020) lalu.

Sesaat setelah Ketua KPK Firli Bahauri meminta tersangka JPB yang diketahui adalah Juliari Peter Batubara dan AW inisial dari Adi Wahyono untuk segera menyerahkan diri.

Adi merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos. Beberapa jam setelah pernyataan Firli, Adi langsung mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan diri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *