Hasil Pilkada Tangsel Berpotensi ke Meja MK

IMG 20200730 WA0040
Bacalon Wali dan Wakil Walikota Tangsel 2020./Net

Satusuaraexpress.co – Viral kasus coblos udel yang ditujukan kepada calon wakil wali Kota Tangsel nomor urut 1 Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi sorotan. Bukan hanya itu, serangan ranah privasi juga menyasar ke calon wali kota Tangsel nomor urut 3 Benyamin Davnie yang dilaporkan ke Bawaslu soal pemalsuan data karena tidak mencantumkan nama dan jumlah istri yang diduga memiliki istri lebih dari satu.

Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul, situasi di Pilkada Tangsel 2020 yang terjadi saat ini mengarah ke kampanye hitam. Hal tersebut terlihat dari materi-materi kampanye, baik di medsos maupun spanduk yang terpasang.

Selain itu, terlihat adanya saling adu ke Bawaslu dan polisi soal kampanye hitam. ’’Saya pikir yang harus mengerem dan menghentikan adalah paslon beserta tim suksesnya. Mereka harus menertibkan pendukungnya agar pilkada ini menjadi kontestasi yang sehat,’’ ujar dosen Unis Tangerang itu.

Seharusnya, lanjut dia, Pilkada Kota Tangsel 2020 harus dijadikan sebagai pesta demokrasi yang baik sehingga minat masyarakat untuk datang dan memilih semakin meningkat, apalagi di tengah pandemi Covid-19. Menurut Adib, hasil pilkada Tangsel tahun ini berpotensi sangat besar sampai ke meja Mahkamah Konstitusi (MK).

’’Potensi ke MK hasil Pilkada Tangsel 2020 dari yang merasa dirugikan ya pasti sangat besar. Kalau dilihat dari situasi saat ini, pasti ada ke MK,’’ tegasnya.

Kendati demikian, lanjut dia, tidak semua dugaan kecurangan dapat dibuktikan di MK. Karena itu, para paslon harus menyiapkan bukti kuat pada masa kampanye sampai penghitungan suara. Sebab, selama tidak bisa membuktikan, tidak akan dilanjutkan MK.

’’Dua periode pilkada Tangsel semuanya pernah ke MK,’’ tandasnya. (CR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *