Berita  

Mutasi Besar di Polri, Kapolda Metro Jaya Sekarang Seorang Guru Besar

Screenshot 2026 10 03 20 37 18 473 com.android.chrome edit
Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.(Foto: dok-istimewa)

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kapolri Jendral Suyudi Ario melakukan rotasi dan mutasi jabatan secara besar-besaran di tingkat Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).

Langkah ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026 yang melibatkan sebanyak 88 personel guna optimalisasi kinerja, promosi, kenaikan pangkat, hingga penyegaran organisasi.

Dalam perombakan ini, posisi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri resmi dijabat oleh Komjen Asep Edi Suheri. Ia menggantikan Komjen Wahyu Widada yang mendapatkan penugasan baru di luar struktur kepolisian, yakni pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sementara itu, kursi Kapolda Metro Jaya yang ditinggalkan Komjen Asep Edi Suheri kini dipercayakan kepada Irjen Dadang Hartanto.

Tidak hanya di tingkat pimpinan daerah, perombakan signifikan ini juga menyasar deretan Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Beberapa posisi strategis yang mengalami pergantian kepemimpinan antara lain:

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Sekilas Sosok Irjen Dadang Hartanto

Dadang Hartanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya di Polri dijalani melalui berbagai penugasan, mulai dari fungsi kewilayahan, reserse, hingga pendidikan kepolisian.

Pada 2005, Dadang dipercaya menjadi Kapolsek Senen. Empat tahun kemudian, ia menjabat Kapolres Subang, sebelum kemudian dipercaya memimpin Polres Cianjur pada 2011.

Setahun berselang, Dadang mendapat penugasan sebagai Wakapolrestabes Bandung. Pada tahun yang sama, ia juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri. Pada 2016, Dadang masuk ke lingkungan Bareskrim Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus.

Pada 2017, ia kembali mendapat penugasan di wilayah dengan menjabat Kapolrestabes Medan. Dua tahun kemudian, Dadang kembali ke Bareskrim Polri sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi (Karorenmin).

Screenshot 2026 10 03 20 37 38 157 com.android.chrome edit
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit saat menghadiri pengukuhan Irjen Dadang Hartanto sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).(Foto: Antara)

Bukan Hanya Berkarier di Kepolisian

Di luar karier kedinasannya, Dadang juga memiliki latar belakang akademik. Ia tercatat aktif di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Dadang menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Pendidikan S2 dan S3 kemudian ditempuh di Universitas Indonesia dengan bidang Ilmu Administrasi Publik.

Pada 27 Mei 2023, Dadang dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU melalui sidang senat terbuka.

Latar belakang tersebut melengkapi pengalaman Dadang yang mencakup tugas operasional, struktural, pendidikan kepolisian, hingga bidang akademik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *