Pramono Anung Tegaskan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas Utama Jakarta

20240723 Seskab Pramono Anung Pentingnya Perlindungan Anak di Era Digital
Gubernur DKI, Pramono Anung.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sejak awal memangku jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menegaskan komitmennya untuk menjadikan bidang kesehatan dan pendidikan sebagai fokus utama pembangunan ibu kota.

Menurutnya, kedua sektor ini menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan seluruh warga, sehingga alokasi anggaran untuk keduanya tidak boleh dikurangi, melainkan harus terus ditingkatkan guna memastikan akses layanan yang merata dan berkualitas bagi setiap lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan menghadiri acara peluncuran dan diskusi buku berjudul Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman, yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026), Pramono menjelaskan kondisi fasilitas kesehatan yang tersedia saat ini.

“Untuk layanan kesehatan, Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Semuanya bisa dimanfaatkan kapan saja oleh masyarakat Jakarta,” ujarnya dengan rinci.

Baca jugaGubernur Pramono Anung Perintahkan Pembersihan Rutin Sampah di Pesisir Muara Angke

Berpindah ke bidang pendidikan, Pramono memaparkan berbagai program unggulan yang telah digulirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program penebusan ijazah yang memudahkan warga melengkapi dokumen pendidikan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 707.477 pelajar mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah menerima bantuan beasiswa. Sementara di tingkat perguruan tinggi, bantuan telah disalurkan kepada 15.825 mahasiswa program S1, dan saat ini juga mulai dibuka akses bagi jenjang S2 serta S3.

Pramono bahkan mengumumkan rencana pengembangan program beasiswa yang lebih luas lagi. “Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan menyiapkan program beasiswa daerah semacam LPDP yang akan menyekolahkan 50 hingga 75 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu ke luar negeri,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang menjadi tempat bernaung bagi anak-anak dari kondisi kurang beruntung, seperti anak gelandangan, anak dari keluarga terpisah, maupun yang sempat putus sekolah.

Baca jugaGerakan Pembasmian Ikan Sapu-sapu Diapresiasi, Pramono Anung Minta Dilakukan di Seluruh Wilayah DKI

“Saat ini sudah tertampung kurang lebih 100 anak di Jakarta Selatan, dan 90 di antaranya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.

Bagi Pramono, upaya ini sejalan dengan semangat Marhaenisme yang diangkat dalam buku yang diluncurkan. “Marhaenisme adalah mengangkat orang yang bukan siapa-siapa dari kaum paling bawah, agar mereka memiliki harapan. Fasilitas dan semangat di sana sangat luar biasa. Inilah sebenarnya roh dari Marhaenisme yang sejati,” ujarnya dengan penuh penghargaan.

Di akhir sambutannya, Pramono menyampaikan harapan agar buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

“Saya berharap, Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z ini dapat menginspirasi kita semua. Apalagi ada banyak tokoh dan anak-anak muda yang menjadi harapan kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *