Kolaborasi Yayasan dan Gereja Bantu Penuhi Gizi Anak, Dukung Kota Bogor Bebas Stunting

0pp6LqaBq6AiQHgPnig8zueYnRZlHnOlSFXf7sEV
Kolaborasi Yayasan dan Gereja Bantu Penuhi Gizi Anak, Dukung Kota Bogor Bebas Stunting.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Puluhan anak di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, menerima bantuan makanan tambahan dalam sebuah kegiatan yang digelar oleh Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri bersama pengurus Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Betlehem.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen kedua lembaga tersebut untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak di wilayah setempat.

Penyerahan bantuan dilaksanakan secara langsung di lingkungan GSJA Betlehem, Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang menyambut baik langkah nyata yang dilakukan oleh pihak yayasan dan gereja.

“Ini kali kesekian Kota Bogor mendapat perhatian dari para donatur dan dermawan yang juga fokus bergerak di bidang pengentasan, penurunan, dan pencegahan stunting,” ujar Jenal Mutaqin, Rabu (1/7/2026).

Baca jugaPenataan Alun-alun Empang Kota Bogor Resmi Dimulai, Kembalikan Fungsi Ruang Bersejarah

Ia menambahkan bahwa Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri serta GSJA Betlehem telah lama berkiprah membantu masyarakat, khususnya balita dan anak-anak di sekitar wilayah kelurahan. Pada kesempatan ini, sebanyak 30 balita tercatat menerima bantuan makanan tambahan.

Program serupa sendiri sudah berjalan sejak tahun 2017, sehingga menjadi bukti nyata bahwa penanganan stunting di Bogor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan didukung oleh berbagai pihak yang peduli dan konsisten.

“Program ini sudah berjalan sejak 2017, sehingga menjadi ikhtiar dan syiar yang kuat bahwa Kota Bogor serius dalam penanganan stunting. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh Pemkot, tetapi juga didukung oleh berbagai pemangku kepentingan yang peduli dan konsisten,” tuturnya.

Baca juga Penataan Pintu Masuk Kota Bogor Dimulai, Kawasan Cimahpar Dibenahi Menjadi Lebih Tertib dan Asri

Untuk memastikan bantuan berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak yang terukur, Pemerintah Kota Bogor telah menghadirkan aplikasi bernama Bogor Bebas Stunting (Besti). Melalui aplikasi ini, para donatur dan pendamping dapat memantau secara langsung perkembangan kondisi anak yang mendapatkan pendampingan. Mulai dari berat badan, status gizi, lingkar kepala, hingga tinggi badan anak dapat dilihat kapan saja melalui genggaman telepon genggam setelah diberikan akses akun.

“Anak-anak yang dibantu selama ini dapat dipantau perkembangan berat badan, status gizi, lingkar kepala, hingga tinggi badannya. Mereka bisa melihatnya melalui telepon genggam masing-masing setelah kami berikan akun,” jelas Jenal.

Ia berharap dengan adanya pemantauan yang terstruktur ini, jumlah anak yang berhasil keluar dari kondisi stunting terus meningkat, sekaligus menekan angka kasus baru. Keberhasilan ini juga sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kita berharap tidak ada lagi kasus stunting baru. Karena itu dibutuhkan partisipasi dan laporan dari lurah, para kader, serta Bunda Peduli Stunting agar aktif menjemput bola dan melaporkan,” katanya.

Baca juga BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Perdana Dilakukan ke Wali Kota

Di sisi lain, Pembina Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri Arif Mufti, menyampaikan keyakinannya bahwa anak-anak Kota Bogor memiliki masa depan yang cerah jika kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik. Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan pangan, tetapi juga mengedukasi orang tua mengenai pola asuh yang tepat.

“Melalui program ini kami percaya bahwa upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi bukan hanya soal pemberian makanan tambahan, tetapi juga membangun kesadaran orang tua tentang pola asuh yang baik,” tegasnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan penyuluhan yang menghadirkan narasumber kompeten. Hal ini bertujuan agar pesan penting mengenai gizi seimbang dan pengasuhan anak dapat tersampaikan secara langsung dan dipahami oleh seluruh orang tua yang hadir.

“Ketika nutrisi dan pengasuhan berjalan secara optimal, anak-anak akan tumbuh lebih kuat dalam menghadapi masa depan. Kami menyadari keberhasilan program ini tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” tutup Arif Mufti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *