Berita  

Kejanggalan Kematian Bocah 13 Tahun yang Diduga Disiksa Polisi

Screenshot 20240626 122835 Chrome

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kasus kematian seorang bocah bernama Afif Maulana (13) tengah dalam sorotan publik. Banyak pihak yang menyebut bahwa kematian Afif akibat disiksa oleh anggota polisi.

Pihak kepolisian sempat membantah dan meminta publik tidak boleh beropini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko pada Senin (24/6) mengatakan, Polda Sumbar telah melakukan langkah komprehensif untuk mendalami peristiwa meninggalnya Afif Maulana di Kota Padang. Salah satu yang dilakukan adalah memeriksa personel yang bertugas pada saat peristiwa itu terjadi.

”Tentu Polda Sumatera Barat juga melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap internal, ya, melibatkan Propam untuk memintai, mengklarifikasi keterangan-keterangan petugas pada saat itu,” ujar Trunoyudo.

Diberitakan sebelumnya, 30 personel Polda Sumbar berpatroli untuk mencegah tawuran pemuda di Padang. Sekitar 100 meter dari Jembatan Kuranji, Jalan Bypass Kilometer 9, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, polisi mencegat satu rombongan remaja yang diduga hendak pergi ke lokasi tawuran. Afif berada di rombongan itu.

Polisi lalu menangkap 18 remaja di lokasi tersebut. Di lokasi, polisi menemukan sejumlah senjata tajam berserakan di jalan.

Para pemuda yang ditangkap itu dibawa ke Polsek Kuranji, digelandang ke Polresta Padang, kemudian dibawa ke Polda Sumbar.

Satu remaja ditahan karena kedapatan memegang senjata tajam, sedangkan 17 orang lainnya dipulangkan. Kemudian, mayat Afif Maulana ditemukan di bawah Jembatan Sungai Kuranji pada Minggu pukul 11.55 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *