Satusuaraexpress.co – Sosialisasi tentang tata cara pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat, khususnya lanjut usia perlu disempurnakan, mendesak diintesifkan. Sosialisasi yang masif melalui media informasi yang terverifikasi ini sangat penting antara lain untuk menghindari dan mengatasi beredarnya informasi yang tidak benar dan berdampak terjadi kerumunan warga lanjut usia calon penerima vaksin.
Kerumunan calon penerima vaksin, warga lanjut usia telah terjadi pada Selasa, 2 Maret 2021 yang lalu di Balai Besar Pelatihan Kesehatan ( BBPK ) Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran, Jakarta Selatan.
Warga lansia mulai mengantre untuk mendapat vaksin di BBPK, Kementerian Kesehatan sejak pukul 06.00. Membludaknya warga lansia yang datang mengakibatkan antrean terjadi sepanjang trotoar Jalan Hang Jebat hingga pertigaan Jalan Lauser atau sekitar 300 meter.
Ditengah antrean yang melelahkan tampak sejumlah warga lansia bersandar lemah di sepanjang pagar BBPK, bahkan berteduh dibawah pohon di sepanjang trotoar. Mereka galau, sedih, bahkan marah.
Sebenarnya pemberian vaksin bagi warga lansia di BBPK ternyata untuk warga Jakarta Selatan. Namun adanya pesan berantai di Whatsapp yang bilang vaksinasi di BBPK bisa untuk semua lansia.
Akibatnya ada yang datang dari wilayah lain di Jakarta bahkan ada juga yang datang dari Tangerang Selatan, Banten dan bahkan dari Depok, Jawa Barat . Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi Covid-19 menambahkan, dalam pesan di Whatapp juga disebutkan warga lansia yang ingin di vaksin bisa datang langsung ke lokasi mulai 1 Maret 2021
“Info yang beredar di WA itu tidak benar. Vaksinasi seharusnya bisa dilakukan setelah mendaftarkan diri serta mendapatkan notifikasi jadwal dan lokasi vaksinasi dari Puskesmas atau RSUD setempat,” kata Nadia. Nadia menyampaikan, setiap dinas kesehatan bisa masif mensosialisasikan cara pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia.
Melalui cara itu, calon penerima vaksin yang datang kefasilitas kesehatan di harapkan menjadi lebih teratur dan kerumunan dihindari. Warga lansia bisa mendaftarkan diri untuk menerima vaksin Covid-19 melalui laman www.kemkes.go.id dan covid19.go.id. Warga DKI Jakarta bisa mengisi formulit di laman dki.kemenkes.go.id.
Pelayanan vaksinasi di daerah
Di daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas, ternyata ada kendala. Misalnya di Papua, pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan belum bisa berjalan merata. Dari 29 Kabupaten/kota di Papua, cakupan vaksinasi tahap pertama di 18 kabupaten/kota masih dibawah 50 persen. Satgas Covid-19 Papua Welliam Manderi mengatakan, cakupan vaksinasi di Papua harus ditingkatkan.
Masalah tingkat pendidikan dan sarana prasarana penunjang yang belum memadai sehingga cakupan pelayanan vaksinasi warga lansia masih rendah.
Di Nusa Tenggara Timur , 11.076 warga lansia dan pelayan publik di Kota Kupang Selasa mendapat vaksinasi pertama di 26 fasilitas kesehatan. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Kupang Sry Wahyuningsih mengatakan Dinas Kesehatan Kota Kupang sebagai ibu kota NTT dengan fasilitas dan sarana pendukung yang lebih memadai harus cepat melakukan vaksinasi terhadap warga lansia dan pelayan publik.
Pemerintah harus mempertimbangkan kendala pendaftaran menggunakan laman yang masih belum semua bisa dilakukan warga lansia.
Pemerintah melalui jajaran birokrasi formal dan informal misalnya melalui RT/RW, institusi keagamaan Badan Kerja Sama Umat Beragama dan MUI, Gereja, Mesjid, Pura dll untuk menjangkau warga lansia agar cakupan vaksinasi bisa tercapai. Kementerian Kesehatan juga menggandeng Halodoc dalam penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 drive thru. Pelayanan ini mulai diselenggarakan pada hari ini, Rabu, 3 Maret 2021 di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam pelaksanaannya Halodoc menggandeng Gojek sebagai mitra transportasi dan komunikasi, RS. Hermina sebagai Tim Medis dilapangan sekaligus vaksinator dan BLU Pusat Komplek Pengelola Kemayoran sebagai penyedia area untuk kegiatan vaksinasi drive thru ini.
Tanpa kerja sama pemerintah dan masyarakat maka cakupan imunisasi tidak mungkin tercapai sehingga “herd immunity” tidak tercapai dan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 tidak berhasil.
Vaksinasi yang tengah dijalankan harus disertai pelaksanaan protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan pelaksanaan praktik 3 T testing, tracing dan treatment juga perlu menjadi fokus.
Bersama kita bisa menghapapi Covid-19
Jakarta 3 Maret 2021.
Dr. Mulyadi Tedjapranata













