Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kisruh dan perubahan besar melanda jajaran pimpinan Kementerian Keuangan pada awal September 2025. Semuanya bermula ketika Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan kementerian yang dipimpinnya pada Kamis (10/9/2026).
Perombakan tersebut mencakup berbagai tingkatan jabatan, mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, hingga pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon di seluruh jajaran Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal, Badan Layanan Umum (BLU), hingga arahan terkait Special Mission Vehicle (SMV).
Menurut penjelasan Purbaya, langkah rotasi dan mutasi tersebut diambil sebagai upaya penyegaran organisasi fiskal. Ia menyatakan niatnya untuk membenahi sistem perpajakan dengan tetap menjaga disiplin fiskal, serta menekankan pentingnya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat dan memberikan kesempatan kepada pejabat yang dinilai baik dan mampu memikul tanggung jawab lebih besar.
Baca juga : Reshuffle Kabinet Merah Putih: Presiden Prabowo Ganti Menteri Keuangan dan Menko PMK
Namun, perombakan ini ternyata memicu dinamika yang tidak terduga. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengeluarkan surat di lingkungan internal Kementerian Keuangan yang justru meminta pegawai untuk tidak menghiraukan keputusan menteri keuangan terkait mutasi tersebut, langkah yang dinilai mendapat persetujuan dari Dirjen Pajak itu sendiri.
Hingga berita ini terungkap, baik pihak Kementerian Keuangan maupun Istana belum memberikan komentar resmi terkait peristiwa yang mencerminkan ketegangan di lingkungan pimpinan kementerian tersebut.
Kejadian berlanjut empat hari setelah perombakan itu dilakukan. Presiden Prabowo Subianto akhirnya melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pergantian ini terjadi tepat setelah Purbaya melakukan perombakan besar di internal kementerian yang dipimpinnya, menandai babak baru sekaligus menjadi sorotan mengenai dinamika kepemimpinan dan tata kelola di lingkungan Bendahara Negara.













