Erupsi Gunung Anak Krakatau: Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Puluhan Penerbangan Terdampak

20230109 Bandara Soekarno Hatta Mendominasi Pasar Penerbangan di ASEAN 1
Erupsi Gunung Anak Krakatau: Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Puluhan Penerbangan Terdampak.

Satusuaraexpress.co | Banten — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama operator penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap kelancaran dan keselamatan penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menyampaikan bahwa berdasarkan Pemberitahuan kepada Pesawat Terbang (NOTAM) Nomor A3341/26, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara pada hari Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 01.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB.

“Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut hasil uji lapangan yang dilakukan pada pukul 00.35–01.05 WIB hari yang sama, yang menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik di kawasan bandara tersebut, ” terang Lukman, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan per tanggal 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, tercatat sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta telah terdampak aktivitas vulkanik tersebut. Pada rute penerbangan internasional, terjadi 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali.

Baca jugaKonflik Timur Tengah, Penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Kondusif

“Rute yang terkena dampak meliputi penerbangan menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur, ” kata Lukman.

Sementara itu, untuk penerbangan domestik tercatat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan tujuannya, yaitu rute dari dan ke Lampung, serta menuju Denpasar dan Surabaya.

Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus pada upaya pemulihan jadwal penerbangan pada tanggal 6 September 2026, mengingat adanya potensi dampak berantai yang dapat memengaruhi rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal bandara.

Baca jugaIni Alasan Kemenag Hentikan Sementara Penerbangan Jamaah Umrah

Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, termasuk penyesuaian jadwal yang dilakukan oleh maskapai penerbangan. Penyesuaian operasional akan terus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pihaknya mengimbau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai penerbangan terkait status penerbangannya, serta mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan jadwal.

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memantau perkembangan situasi bersama seluruh pihak terkait dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan terhadap operasional bandara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *