Berita  

Ada Petunjuk Baru soal Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Mabes Polri Langsung Beri Perintah

IMG 8843

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kasus pembunuhan Vina Cirebon memasuki babak baru. Mabes Polri memberikan petunjuk dan arahan kepada Polda Jawa Barat untuk menangkap tiga pelaku.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Brigjen Erdi A. Chaniago mengatakan, pengungkapan kasus tersebut terus berjalan yang saat ini masih ditangani oleh Polda Jabar.

“Bahwa terkait perkara dugaan tindak pidana perlindungan anak dan atau pembunuhan berencana di mana korban atas nama Vina Dewi Arsita alias Vina dan Muh. Rizky Rudiana alias Eky saat Ini masih ditangani oleh Polda Jawa Barat,” katanya, pada Minggu (19/5/2024).

Erdi mengungkapkan, Bareskrim sebagai satuan kerja pembina fungsi yang terkait dengan reserse telah memberikan petunjuk serta arahan dalam kasus Vina tersebut.

“Telah melakukan dan memberikan petunjuk serta arahan (Jukrah) terkait penyelidikan dan penyidikan yang sedang ditangani oleh Polda Jawa Barat dalam kasus tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya turun tangan memburu sejumlah pelaku utama kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita yang masih buron (DPO), yakni Pegi alias Perong, Andi, dan Dani. berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk memburu ketiga tersangka.

“Baru saja tadi komunikasi dengan Kabid Humas Polda Jabar. Jadi pada prinsipnya Polda Metro Jaya membantu mencari tersangka berdasarkan DPO yang sudah diterima,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Ade Ary menjelaskan bukan hanya otak pelaku pembunuhan yakni,Pegi, pihaknya juga siap mencari dua pelaku lain yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yakni Andi dan Dani.

“Polda Metro Jaya, Polres jajaran menerima surat permohonan bantuan pencarian tersangka dengan dasar DPO dari Polda lain, dari Polres lain di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Ade Ary menambahkan siap membantu, mencari ataupun menangkap tersangka sesuai yang disampaikan di DPO tersebut.

Polda Jabar mengimbau ketiga tersangka yang masih buron dan masuk DPO untuk menyerahkan diri, serta memberikan peringatan kepada siapa saja yang berusaha menyembunyikan ketiganya juga dapat diproses hukum.

Selain itu, salah satu tokoh publik ikut menyoroti kasus pembunuhan serta pemerkosaan Vina Cirebon ini adalah Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun.

Jenderal ‘Kontroversial’ Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memberikan pernyataan mengejutkan soal kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Menurut Dharma Pongrekun, jika setelah 8 tahun berlalu kasus Vina Cirebon ini belum tuntas, bahkan menyisakan 3 pelaku DPO, artinya ada ‘sesuatu’ dalam kasus tersebut.

“Artinya ada sesuatu. Harusnya kalau sudah ada nama yang didapatkan itu sangat mudah dilakukan penangkapan oleh penyidik,” katanya dalam program One on One tvOne beberapa waktu lalu.

Namun, menurutnya bukti-bukti dalam kasus Vina Cirebon ini memang harus sepenuhnya terpenuhi.

“Mungkin saja bukti-buktinya ketika itu (2016) belum terpenuhi, sehingga penyidik menganggap yang bersangkutan hanya dilibatkan sebagai saksi,” katanya.

“Kalau sudah ketahuan, harusnya sudah bisa ditangkap,” lanjutnya.

Dharma mengaku tidak terlalu mengikuti kasus Vina Cirebon tersebut, namun menurut purnawirawan Polri ini harusnya aparat bisa dengan mudah menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

“Kalau misalnya sudah ketahuan segera ditangkap, satu kali 24 jam sangat mudah,” ujarnya.

Jenderal ‘Kontroversial’ Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun bicara soal kasus Vina Cirebon.

Namun, menurutnya jika kasus Vina Cirebon tersebut belum terungkap, padahal jelas-jelas sudah ada tersangka kemungkinan ada sesuatu.

“Sudah jelas-jelas ada pelindungnya. Pasti ada pelindungnya. Siapapun itu saya tidak tahu, karena saya tidak tahu satu per satu siapa tersangkanya. Siapa yang menjadi otak pelakunya. Tetapi ada sesuatu hal yang perlu diungkap. Apakah ada pelindungnya? atau ada hal lain dalam tanda kutip,” tuturnya.

Dharma Pongrekun tidak mau mengulas lebih jauh kasus Vina Cirebon karena hal itu ranah penyidik kepolisian.

Sosok Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun ini sempat menjadi sorotan, karena saat Pandemi Covid-19 melanda dunia, dia tidak percaya dengan adanya pandemi Covid-19 tersebut.

Menurutnya Covid-19 merupakan sebuah konspirasi.

Pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi Agustus 2016. Remaja Cirebon itu dibunuh bersama kekasihnya, Muhammad Rizky.

Total ada 11 pelaku yang terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.

Namun, baru delapan tersangka yang ditangkap dan diproses hukum hingga dipidana. Tiga tersangka lainnya, masih buron sampai saat ini.

Kasus ini kembali mencuat setelah diluncurkan film berjudul “Vina: Sebelum 7 Hari” yang mendapat perhatian publik disebabkan kasus tersebut masih menyisakan tiga tersangka yang belum tertangkap.

Sekedar informasi, kasus kematian Vina Cirebon dengan temannya Eky saat ini tengah hangat menjadi perbincangan publik.

Hal itu setelah kasus tersebut diangkat dalam film layar lebar dengan judul Vina: Sebelum 7 Hari.

Film itu mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari masyarakat.

Sebab dalam film itu disebutkan bahwa kasus yang terjadi pada 2016 masih menimbulkan pertanyaan.

Terkini tiga orang dari 11 orang pelaku pembunuhan Vina hingga saat ini masih berkeliaran dan belum ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Setelah mendapatkan respons yang luar biasa, akhirnya Polda Jabar melakukan pencarian terhadap ketiganya.

Polda Jabar telah mengumumkan ketiganya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nama tersangka, yakni Andi, Dani, dan Pegi alias Perong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *