Berita  

Langgar Kode Etik Karena Loloskan Gibran, Ketua KPU Diberi Sanksi Oleh Dewan

Screenshot 20240126 151654 Instagram
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Ketua KPU Hasyim Asy’ari diberikan sanksi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melanggar kode etik usai menerima pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Hal ini diketahui melalui putusan yang dibacakan dalam sidang DKPP yang digelar pada Senin (5/2/2024) disiarkan melalui akun YouTube DKPP.

“Memutuskan, teradu 1 (Hasyim Asy’ari) terbukti melakukan pelanggaran kode etik pedoman perilaku penyelenggara pemilu,” ujar majelis hakim DKPP yang dibacakan Ketua Heddy Lugito.

Terdapat setidaknya tujuh pihak teradu dalam perkara yang tengah dibahas DKPP berkaitan Pemilu 2024.

Majelis Hakim DKPP membenarkan bahwa Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan sejumlah komisioner lainnya belum merevisi atau mengubah peraturan usai putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023.

“Memutuskan, mengabulkan pengaduan para pengadu untuk sebagian. Menjatuhkan sanksi, peringatan keras terakhir, kepada Hasyim Asy’ari selaku terduga 1 dalam perkara DKPP 135-PKE-DKPP/XII/2023, 136-PKE-DKPP/XII/2023, 137-PKE-DKPP/2023 DAN 141-PKE-DKPP/XII/2023,” salah satu lanjutan putusan hakim.

Hasyim dan komisioner KPU diketahii telah menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden pada 25 Oktober 2023. Para pengadu menganggap langkah yang dilakukan tidak sesuai Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun sejumlah pengaduan tersebut telah teregister dalam nomor perkara di DKPP 135-PKE-DKPP/XII/2023, 136-PKE-DKPP/XII/2023, 137-PKE-DKPP/2023 DAN 141-PKE-DKPP/XII/2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *