Berita  

Empat Orang Dalam Derty Vote Dilaporkan: Karena Merugikan Salah Satu Paslon

24 Jam Dirty Vote Tembus 6 Juta Penonton, Berikut Profil Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, kemudian Feri Amsari

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Empat orang yang terlibat dalam pembuatan film dokumenter Dirty Vote dilaporkan ke Mabes Polri oleh DPP Foksi.

Menurut Ketua Umum Foksi M Natsir Sahib, pihaknya menilai bahwa film dokumenter tersebut cenderung merugikan salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Kami konsultasi dengan Bareskrim Mabes Polri dan melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan 3 akademisi, Feri Amsari, Zainal Arifin Muhtar, dan Bivitri Susantri, serta Dandhy Laksono, selaku sutradara,” kata Natsir kepada wartawan, Selasa (13/2/2024).

Adapun empat orang yang dilaporkan di antaranya Feri, Zainal dan Bivtri, akademisi yang masuk tim reformasi hukum di Kemnko Polhukam saat masih dijabat Mahfud MD.

Untuk diketahui film dokumenter Dirty Vote telah tayang pada Minggu, 11 Februari 2024. Tanggal perilisan film tersebut bertepatan dengan masa tenang kampanye Pemilu 2024. Film yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono ini dinilai beberapa pihak sebagai upaya oportunis di masa tenang kampanye.

Film Dirty Vote dibintangi oleh tiga Ahli Hukum Tata Negara, yakni Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari. Ketiganya memaparkan sejumlah data dan mengurai pelanggaran hukum pada Pemilu 2024. Mereka juga menjelaskan potensi-potensi kecurangan berdasarkan kacamata hukum di Indonesia.

Film itu juga menceritakan kisah Presiden Joko Widodo, yang diduga mengerahkan lembaga negara untuk membantu kemenangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, anak sulungnya. Film berdurasi 1 jam 55 menit 22 detik itu dibuka dengan wawancara singkat ketiga pakar mengenai alasannya keterlibatan dalam film tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *