Demi Biaya Kampanye Caleg Di Bondowoso Rela Jual Ginjalnya, Gimik atau Realita ?

Langkah ini terpaksa saya lakukan. Sebab, saya melihat kondisi demokrasi di Indonesia saat ini memprihatinkan,"

caleg jual ginjal 169

Satusuaraexpress.co ~ Seorang caleg di Bondowoso, Erfin Dewi Sudanto rela menjual ginjalnya untuk biaya kampanye. Warga Desa Bataan, Tenggarang, Bondowoso ini merupakan caleg asal PAN.
Erfin maju sebagai caleg di Dapil I Bondowoso (Kecamatan Kota, Tenggarang, dan Wonosari). Pria yang mendapat nomor 9 ini merelakan satu ginjalnya untuk dilelang bagi yang membutuhkan.

Saat ini, lelang ginjal masih dilakukan secara konvensional atau door to door. Artinya, dia menawarkannya pada warga yang ditemuinya.

“Langkah ini terpaksa saya lakukan. Sebab, saya melihat kondisi demokrasi di Indonesia saat ini memprihatinkan,” ungkap Erfin saat ditemui detikJatim di rumahnya, Selasa (16/1/2024).

Untuk menjadi calon legislatif, Erfin menyebut diperlukan biaya yang tidak sedikit. Misalnya untuk mencetak alat peraga kampanye (APK) hingga biaya penggalangan suara.

“Konstituen itu sekarang sudah pintar-pintar. Kalau hanya janji, tapi tak ada uangnya tak akan dipilih,” papar mantan kepala desa ini.

Bahkan, disampaikan Erfin, untuk mendapat satu suara, ia butuh sejumlah uang. Nilai itu tinggal dikalikan untuk berapa suara di dapil tersebut.

“Saya sudah turun ke masyarakat. Minimal butuh lima puluh ribu untuk dapat satu suara,” tandas Erfin.

Erfin mengaku butuh dana sekitar Rp 300 juta untuk biaya kampanye. Ini untuk biaya mencetak alat peraga kampanye (APK) hingga biaya penggalangan suara.

“Saya sudah tanya kanan kiri ke caleg lainnya. Untuk caleg pertama, minimal katanya segitu (Rp 300 juta). Maka, saya harus nyiapkan segitu,” kata Erfin.

Erfin mengaku hingga saat ini masih belum ada yang berminat dengan ginjalnya. Dia mengaku pasrah jika ginjalnya jadi terjual namun pada akhirnya gagal menjadi anggota dewan

Erfin mengatakan, beragam cara telah dilakukan agar ginjalnya laku. Antara lain melalui aplikasi pertemanan maupun langsung door to door kepada masyarakat.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada tanggapan atau yang menawar berapa nilainya. Namun, upaya itu tetap dilakukan agar segera terealisasi.

Pengamat politik di Bondowoso Ahmad Abu Sofyan mengatakan langkah Efin hanyalah strategi politik untuk meraih iba masyarakat agar dipilih.

“Di dunia politik memang ada berbagai strategi untuk mencapai sebuah tujuan. Bisa jadi, caleg yang akan melelang ginjalnya itu juga bagian dari strategi politik,” kata Sofyan yang merupakan Dekan FISIP Universitas Bondowoso itu.

Sofyan juga menyebutkan bahwa langkah yang dilakukan dalam strategi politik semacam itu juga untuk merebut simpati hingga rasa iba dari masyarakat agar dipilih saat pencoblosan.

“Siapa yang tidak iba melihat ada seorang caleg, misalnya, harus berkorban sedemikian rupa karena niatnya itu tidak didukung secara finansial,” ujar jebolan FISIP UGM Yogyakarta ini.

Dengan demikian, rasa iba itu akan berubah menjadi simpati yang kemudian dimungkinkan memunculkan rasa suka terhadap partai maupun caleg bersangkutan sehingga strategi itu pun berhasil.

“Intinya untuk merebut rasa simpati dari masyarakat. Dan itu juga merupakan salah satu strategi dalam dunia politik. Iba berujung simpati, lantas memilih,” tandas Sofyan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *