Berita  

Dua Bocah SD Nekat Berkendara Tanpa Helm Dari Madura Menuju Jakarta

IMG 5045

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) nekat mengendarai sepeda motor dari Madura, Jawa Timur sampai ke wilayah Tangerang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Saat sampai Semarang, Polisi yang tengah melakukn patroli memberhentikan keduanya. Menurut keterangan anak tersebut, mereka hendak ke Jakarta menemui temannya dengan mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm dan perlengkapan berkendara.

Kapolsek Tengaran AKP Supeno menjelaskan, kedua bocah yang diamankan tersebut adalah MZ, 11 dan DR, 10, warga Kecamatan Penggarengan, Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur.

“Bahwa saat personel Sat Lantas unit Tengaran bersama Personel Polsek melaksanakan AG [ambang gangguan], Senin (20/11/2023) pagi, mendapati dua anak di bawah umur mengendarai kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm dan kelengkapan kendaraannya,” terang AKP Supeno.

Setelah dihentikan anggota, kedua bocah tersebut langsung dibawa ke Polsek Tengaran untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari keterangan, keduanya didapati informasi mereka berangkat dari Sampang pada Minggu (19/11/2023) sekitar pukul 13.00 WIB, tanpa diketahui oleh orang tuanya.

“Keduanya berdalih bahwa hendak menuju ke Jakarta menemui rekannya dengan berbekal uang Rp100.000 dan aplikasi google maps, tanpa membawa helm serta pelat nomor pada kendaraannya dan tanpa membawa surat-surat kendaraan maupun jaket,” beber Kapolsek.

Kapolsek menuturkan setelah memeriksa handphone yang dibawa MZ dan DR, Polsek mendapat petunjuk nomor handphone guru MZ dan langsung menghubungi guru sekolahnya. Selanjutnya disambungkan nomor orang tua MZ dan DR.

Selanjutnya, pada Senin (20/11/2023) malam sekitar pukul 23.30 WIB, kedua orang tua MZ dan DR tiba di Mapolsek Tengaran untuk menjemput keduanya pulang.

“Kami juga melakukan pembinaan kepada orang tua MZ dan DR, di mana setelah kejadian ini untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anaknya. Setelah itu kami serahkan kembali kepada para orang tua dengan membubuhkan surat pernyataan,” tandas AKP Supeno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *