Berita  

Investor Minta Lahan Pulau Rempang Dikosongkan Pada 28 September Nanti

IMG 2923

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Konflik lahan Pulau Rempang masih memanas yang menyebabkan kondisi warga asli sulit. Sebab tersirat kabar bahwa tanggal 28 September nanti investor Pulau Rempang minta agar lahan segera dikosongkan.

Diketahui, bahwa investor Pulu Rempang yakni PT Makmur Elok Graha (MEG) telah mendapatkan hak alokasi lahan Pulau Rempang.

Nantinya Pulau Rempang akan digubah menjdi kawasan yang mencakup sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.

Sebelum adanya konflik lahan yang memanas ini, Pulau Rempang adalah sebuah keindahan tersembunyi yang terletak di Kepulauan Riau, khususnya di Batam.

Dengan jumlah penduduk sekitar 7.500 jiwa, pulau ini telah menjadi pusat perhatian karena rencana ambisius Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) untuk merelokasi seluruh penduduknya.

Muncul pertanyaan mengapa hal ini terjadi? Sebab, Pulau Rempang akan digunakan untuk pembangunan kawasan industri jasa dan pariwisata bernama Rempang Eco City.

Harapan investor dalam proyek ini bisa meraih investasi hingga 381 triliun rupiah pada tahun 2080 mendatang.

Namun, rencana ini menemui kendala dalam bentuk penolakan dari warga setempat. Pada Kamis, 7 September 2023, terjadi bentrokan antara warga Pulau Rempang dan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Direktorat Pengamanan BP Batam, dan Satpol PP.

Disebutkan, bahwa di Pulau Rempang terbagi 16 kampung tua atau permukiman warga asli. Warga asli ini terdiri dari beragam suku, termasuk suku Melayu, suku orang laut, dan suku orang darat, yang konon telah bermukim di Pulau Rempang sejak tahun 1834.

Pulau Rempang awalnya tidak termasuk dalam Otorita Batam dan merupakan bagian dari pemerintah daerah Riau.

Namun, pada tahun 1992, dengan dikeluarkannya Kepres Nomor 28, wilayah kerja Otorita Batam diperluas untuk mencakup Pulau Rempang bersama dengan Pulau Batam, Pulau Galang, dan pulau-pulau sekitarnya.

Dalam konteks rencana pengembangan yang sedang berjalan, Pulau Rempang sedang menghadapi perubahan besar.

Tanggal-tanggal penting yang mengancam Pulau Rempang pun semakin dekat, dan seiring dengan itu, muncul pertanyaan tentang masa depan Pulau Rempang dan nasib warga melayu setempat.

Sekian informasi yang dapat diberikan terkait siapa investor Pulau Rempang yang minta agar lahan segera dikosongkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *