Berita  

Pria yang Tewas di Jalan Hayam Wuruk Jakbar Ternyata Korban Pengeroyokan

Screenshot 20230811 193729 Chrome

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Seorang pria bertato berinisial IS (23) yang ditemukan tewas tertelungkup di jembatan di Jalan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (9/8/2023). Korban IS ternyata tewas dikeroyok oleh tiga orang tersangka.

Polisi menangkap tiga pelaku pengeroyokan terhadap korban berinisial H (28), FD (25), dan SR (23) pada Jumat (11/8/2023).

Ketiga pelaku diduga menganiaya korban berinisial IS (23) hingga mengalami luka lalu tewas. Ketiga pelaku terdiri dari dua pria dan satu perempuan. Pelaku perempuan SR (23) ternyata adalah pacar korban. Sementara dua pelaku lainnya H (28) dan FD (25) adalah rekan korban.

Kapolsek Tamansari, Kompol Adhi Wananda mengatakan pengeroyokan berawal kala korban dan ketiga pelaku menginap di sebuah indekos harian di wilayah Hayam Wuruk, Tamansari.

Di mana di tempat tersebut, mereka sama-sama mengonsumsi sabu.

“Dari selesai menggunakan narkotika tersebut, korban merasa paranoid dan menduga bahwa ia dijebak oleh ketiga rekan-rekannya.

Sehingga kunci kamar kos tersebut disembunyikan di dalam celana korban,” ujar Adhi dalam jumpa pers di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Jumat.

Saat itu, kata Adhi, para pelaku marah lantaran korban berteriak-teriak dan tak mau menyerahkan kunci.

Dari sanalah aksi pengeroyokan tersebut terjadi.

“Mendengar korban teriak-teriak dan tidak mau serahkan kunci, para tersangka marah dan mulai melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” jelas dia.

Adhi mengungkap, para pelaku memukul korban di bagian kepala, perut, wajah, dan alat gerak tubuh korban, sebelum akhirnya IS melarikan diri.

“Hasil interogasinya, tersangka H mengakui memukul korban di bagian kepala sebanyak tiga kali, menginjak kepala dan perut korban masing-masing sebanyak satu kali,” kata Adhi.

“Kemudian tersangka FD memukul bagian muka sebanyak muka sebanyak tiga kali, kemudian tersangka SR (pacar) memegang pundak dan pukul kepala korban sebanyak satu kali,” lanjutnya.

Setelah itu, korban yang mendapatkan penganiayaan lantas melarikan diri.

“Berdasarkan dari CCTV yang kami dapatkan, bahwa korban lari dari kos-kosan tersebut, korban lari sampai dengan ke jalan Hayam Wuruk, sampai dia ditemukan tewas di tengah-tengah jalan,” ungkap dia.

Korban ditemukan warga sekira pukul 07.00 WIB.

Setelah itu, korban IS pun dinyatakan tewas setelah sempat hendak dibawa ke puskesmas setempat.

“Dari hasil autopsi, bahwa korban menderita memar pada kepala, wajah, leher dan anggota gerak serta luka lecet pada wajah, dada, dan anggota gerak akibat kekerasan benda tumpul,” ungkap Adhi.

“Selanjutnya ada resapan darah pada kulit bagian dalam akibat kekerasan benda tumpul dan juga pendarahan pada lambung,” imbuh dia.

Menurut Adhi dari hasil pemeriksaan darah yang dilakukan tim forensik RS Polri Kramat Jati, korban diketahui positif metafetamin dan arfetamin.

“Selanjutnya kami melakukan interogasi dan juga pemeriksaan saksi-saksi, jadi sebelum kami mengamankan tiga orang ini, sudah enam orang saksi yang kami periksa berkaitan dengan perkara in, dilanjut lagi dengan tiga orang yang kami duga sebagai pelaku,” kata Adhi.

Adapun dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa visum luar mayat dan hasil otopsi dari RS Kramat Jati.

Selain itu, polisi juga mengamankan baju dan celana milik korban, CCTV dari kos tempat korban dan tersangka menginap, dan kunci kamar kos harian di Jalan Hayam Wuruk.

“Untuk pasal yang dikenakan, terhadap tiga orang tersangka, kami kenakan Pasal 170 ayat 2-3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *