Berita  

Oknum Paspampres Diduga Jadi Pelaku Penculikan dan Penyiksaan Hingga Meninggalnya Pemuda Asal Bireun

Screenshot 20230827 185923 Chrome
Imam Masykur (25) warga Bireuen, meninggal dunia diduga mengalami penyiksaan berat yang dilakukan oknum anggota Paspampres. Penyerahan jenazah Imam Masykur berlangsung di RSPAD Jakarta Pusat

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Salah satu oknum TNI Anggota Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) di Jakarta diduga menjadi pelaku penculikan dan penyiksaan hingga berujung meninggalnya seorang bernama Imam Masykur (25), warga Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Informasi tentang dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap Imam Masykur hingga meninggal dunia, beredar luas di di kalangan masyarakat Aceh melalui media sosial sejak Sabtu malam (26/8/2023).

Foto-foto korban, termasuk foto penyerahan mayat korban di RSPAD Jakarta Pusat, dan sejumlah video yang diduga saat korban mengalami penyiksaan pun ikut beredar.

Dari informasi yang didapatkan setelah meninggal dunia penyerahan jenazah Imam Maskur dilakukan di RSPAD Jakarta Pusat. pada 24 Agustus 2023.

Dalam berita acara penyerahan jenazah Imam Masykur disebutkan laporan Pomdam Jaya tertanggal 22 Agustus 2023 tentang tindak pidana merampas kemerdekaan seseorang, pemerasan, dan penganiyaan yang mengakibatkan mati, yang diduga dilakukan anggota Paspampres Praka RM dkk (dua orang).

Dalam beberapa video dan foto yang beredar, salah satunya tampak Imam Masykur disiksa oleh pelaku di dalam mobil.

Sementara video lainnya, tampak seorang laki-laki warga Aceh menerima telepon dari Imam Masykur.

Dalam video itu, terdengar suara Imam Masykur yang meminta dikirimkan uang sebesar Rp 50 juta.

Dalam percakapan itu, juga terdengar bahwa Imam Masykur menyebutkan bahwa ia sedang disiksa dengan kondisi badannya berdarah-darah.

“Neu kirem peng siat 50 juta (tolong kirim uang 50 juta),” ucap pria yang diduga Imam Masykur dengan suara yang terdengar terengah-engah.

Lalu pria yang berkomunikasi dengan Imam Masykur itu mengatakan tidak ada uang, tapi akan berusaha untuk mencarinya.

“Neu kirem jino aju bueh, meuhan matee lon (kirim terus sekarang ya, kalau tidak mati saya),” begitu suara yang terdengar di akhir percakapan.

Dalam video lain terlihat kondisi tubuh Imam Masykur yang berdarah-darah. Saat itu terdengar dia berulang kali mengatakan “dek kirem peng 50 juta peugah bak mak beuh, abang ka ipoh nyoe (Dek, tolong bilang sama mamak suruh kirim uang 50 juta, abang sudah dipukul).

Sebelumnya, pada 12 Agustus 2023, korban Imam Masykur didatangi pelaku lalu membawa pergi secara paksa.

Setelah itu, keluarga menerima telepon dari korban dan saat itu ia menyebutkan sedang dianiaya oleh pelaku yang menjemputnya.

Tak hanya itu, pelaku juga mengirimkan video penyiksaan Imam Masykur kepada keluarganya.

Setelah itu, korban tidak lagi bisa dihubungi dan tidak pulang-pulang lagi ke rumah.

Selanjutnya, keluarga korban bernama Said Sulaiman melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 14 Agustus 2023.

Menurut Said Sulaiman, Imam Masykur dibawa paksa dari sebuah toko kosmetik di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, 12 Agustus 2023.

Setelah beberapa hari tak ada kabar lagi tentang Imam Masykur, baru pada 24 Agustus 2023, keluarga korban mendatangi RSPAD Jakarta Pusat untuk mengambil jenazah Imam Masykur.

Jenazah Imam Masykur diterima oleh Said Syahrizal yang merupakan keluarganya.

Dalam surat keterangan penyerahan mayat yang diterbitkan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta, Kamis (24/8/2023) yang ditandatangani oleh Serka Agus, Praka RM berdinas di kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) Paspampres.

Hal ini semakin menguatkan diduga oknum tersebut melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap korban bersama dua temannya. (IA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *