Resmi Buka KTT G20, Jokowi Ingatkan Dunia Sedang Hadapi Krisis

jokowi buka ktt g20 169

Nusa Dua, Satusuaraexpress.co – Presiden Repulik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. Jokowi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh para pemimpin dunia.

“Para pemimpin, selamat pagi, hari ini saya nyatakan KTT G20 dibuka,” kata Jokowi seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/11/2022).

Jokowi mengatakan Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah KTT G20. Dia juga menyinggung upaya bersama untuk bisa duduk bersama.

“Selamat datang di Indonesia, merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20,” ujar Jokowi.

Jokowi kemudian berbicara mengenai tantangan krisis yang dihadapi dunia. Menurut Jokowi, negara berkembang paling terdampak akibat situasi dunia saat ini.

“Para pemimpin yang saya hormati, dunia sedang mengalami tantangan luar biasa. Krisis demi krisis terjadi, pandemi COVID-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi, dan dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi. Keuangan dirasakan dunia, terutama negara berkembang,” ujar Jokowi.

KTT akan berlangsung dua hari pada 15-16 November. Pertemuan itu akan menghasilkan leaders communique atau komunike jika mencapai kesepakatan pada hari terakhir KTT.

“KTT G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” kata Joko Widodo.

Berbagai kekhawatiran atas tidak tercapainya kesepakatan dalam pertemuan KTT G20 menguat lantaran memanasnya kondisi geopolitik global karena perang Rusia dan Ukraina. Indonesia sebagai Presidensi G20 bertugas menjembatani permasalahan itu agar mencapai hasil KTT yang diharapkan.

Sementara itu di tempat terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan jalur pertemuan Sherpa Track yang dilaksanakan tingkat menteri dan deputi sehari menjelang KTT G20 sudah berjalan dengan baik. Dokumen hasil pertemuan Sherpa akan dibawa dalam KTT G20 yang saat ini tengah dipimpin Jokowi dan akan diadopsi substansinya untuk mencapai kesepakatan G20. Seperti dilansir Tempo.

Menurut Jonny, berisi dua bagian. Bagian pertama adalah tiga isu prioritas yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia, yaitu arsitektur digital, transisi energi, dan transformasi digital. Sedangkan bagian kedua berupa isu geopolitik.

“Nah, bagian yang satu soal geopolitik ini akan terus diusahakan sehingga ada titik jumpa,” kata Jhonny.

Jika bagian isu geopolitik tak mencapai kesepakatan, pertemuan KTT G20 akan menghasilkan leaders statement, bukan leaders communique. “Komunike atau bukan communique leaders statement itu hanya judulnya. Sedangkan yang perlu itu substansinya. Dia menjadi komunike kalau seluruh anggota sepakat bagian satu dan bagian dua,” kata Jhonny.

Lebih lanjut, Jhonny menyatakan, sampai hari ini, lobi-lobi Indonesia sebagai Presidensi G20 terus berjalan. Komunikasi antar-negara G20 berada di jalur positif setelah Presiden Amerika Serikat dan Presiden Cina Xi Jinping bertemu selama tiga jam, kemarin, di Hotel Mulia, Bali. “Ada tantangan, tapi mudah-mudahan semangat yang sama akan menghasilkan peluang yang satu,” pungkas Jhonny. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *