Berita  

Polda Metro Jaya Dalami Penyebab Kematian Empat Jenazah di Kalideres yang Mengering

Screenshot 20221121 223850 Chrome
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi akan menyampaikan perkenbangan sementara terkait misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Fakta baru kasus empat jenazah yang mengering di Kalideres, Jakarta Barat ditemukan Polda Metro Jaya. Meski demikian petugas belum bisa memastikan motif dan penyebb tewasnya keempat orang tersebut.

“Gabungan forensik, baik dari RS Polri maupun dari RSCM, oleh pakar-pakar UI sedang berkolaborasi, sedang bekerja untuk memecahkan penyebab kematian,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Hingga saat ini pihak kepolisian masih bekerja sama dengan pakar dan ahli untuk menemukan penyebab kematian keempat jenazah tersebut.

“Kita harus mencari motif, yang kedua adalah sebab kematian. Nah ini kami didukung tim ahli dan juga ditindaklanjuti penyelidik yang dilakukan kepolisian,” imbuhnya.

Sudah Jadi Jenazah Sejak Mei

Diketahui, Polda Metro Jaya pada Senin (21/11) sore menyampaikan sejumlah temuan baru di kasus jenazah ‘mengering’ yang ditemukan di Kalideres, Jakarta Barat. Fakta itu adalah salah satu jenazah diketahui sudah tak bernyawa sejak Mei 2022.

Polisi menjelaskan ada pegawai koperasi simpan pinjam yang sempat melihat salah satu mayat mengering di rumah Kalideres, Jakarta Barat. Dia bahkan sempat memegang mayat tersebut.

Pegawai koperasi mengecek sertifikat rumah yang hendak digadaikan. Sertifikat rumah itu atas nama ibu bernama Reny Margaretha. Budianto menyatakan Ibu Renny sedang tidur di kamar.

“Kemudian pegawai koperasi simpan pinjam ini mengajak diantarkan untuk masuk di dalam kamar. Begitu pintu kamar dibuka, pegawai ini masuk, menyeruak bau yang lebih busuk lagi,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, di markasnya, Jakarta, Senin (21/11).

Pegawai koperasi itu sebelumnya sudah mencium bau busuk begitu masuk rumah itu, namun bau dari kamar ini cenderung lebih busuk lagi. Begitu dia masuk kamar, Budianto mencegah pegawai koperasi itu untuk menghidupkan lampu.

“Ibu sudah tertidur, tapi jangan hidupkan lampu karena ibu saya sensitif terhadap cahaya,” ujar Hengky menceritakan kembali kalimat Budianto kepada pegawai koperasi.

Pegawai koperasi lantas mencoba membangunkan si ibu di dalam kamar itu. Dia memegang si ibu di dalam kamar itu.

“Pada saat dibangunkan untuk mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang ini agak gembur, agak curiga,” kata Hengky.

Karena kamar gelap, si pegawai koperasi menghidupkan lampu flash di ponselnya. Dia menghidupkan lampu ponsel tanpa setahu Budianto.

“Pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya. Langsung dia teriak, ‘Allahu Akbar! Ini sudah mayat!’,” kata Hengky. Pegawai koperasi itu mengajak teman-temannya pergi dari lokasi.

Sebagai informasi, empat orang sekeluarga yang tewas di Kalideres itu adalah Rudiyanto Gunawan (71) yang berstatus sebagai ayah, Renny Margaretha (68) yang berstatus ibu, Dian Febbyana (42) yang berstatus anak, dan adik Rudi atau om bernama Budiyanto Gunawan (69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *