Kasudin Pendidikan Jakbar Sebut Sekolah Boleh Jual Beli Seragam Batik dan Olahraga

1616558004
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka di SDN 006 Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (23/3/2021). Pemerintah Kota Batam mengeluarkan izin belajar tatap muka di 122 Sekolah Dasar (SD) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti kapasitas ruangan hanya diisi 50 persen dan jam belajar yang dibatasi selama dua jam. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/Lmo/aww.

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Pasca sejumlah orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cengkareng Barat, Jakarta Barat mempertanyakan praktik jual beli pakaian seragam batik dan olahraga mendapat tanggapan dari Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Bart wilayah 1, Aroman. Menurut dia, sekolah boleh jual beli seragam melalui koperasi yang sah.

“Sekolah boleh jual beli seragam asalkan lewat koperasi yang sah, yang ada ijin nya. Sekarang saya mau tanya? apakah ada sekolah yang membelikan pakaian seragam sekolah untuk murid, di seluruh Indonesia, di sekolah negeri, kan tidak ada,” ujar Aroman saat ditemui Satusuaraexpress.co, Selasa 1 November 2022.

Dia menjelaskan, adanya praktik jual beli seragam batik dan olahraga di sekolah tersebut sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 50 Tahun 2022.

Dari peraturan itu, kata Aroman, orang tua murid tidak boleh dipaksakan oleh guru sekolah untuk membeli seragam tersebut, terlebih, biayanya masuk dalam anggran Kartu Jakarta Pintar.

“Guru atau kepala sekolah tidak boleh memaksa orang tua murid untuk membeli seragam sekolah, dan bagi murid yang dapat KJP, tetapi belum punya seragam bisa menggunakan nya untuk beli seragam tersebut, bisa di koperasi, boleh juga beli di luar,” ucapnya.

Aroman mengaku akan memberi sangsi tegas kepada pihak sekolah yang melakukan pemaksaan kepada peserta didik yang belum memiliki atau memakai seragam sekolah meski baru duduk dibangku kelas 1 sampai tamat sekolah.

“Iya, enggak apa-apa kalau enggak seragam dengan murid lainya. Kecuali, ada murid yang enggak pakai seragam kemudian dipaksa untuk membeli seragam tersebut, saya akan sangsi. Jadi, mau dari kelas satu sampai tamat kelas enam juga enggak apa-apa, enggak pakai seragam,” tegas dia.

Dilain sisi, Aroman juga menyampaikan bantahan dari pihak SDN 05 Cengkareng Barat, Jakarta Barat yang belakangan dikeluhkan salah satu orang tua murid, AR, karena sempat membeli seragam batik dan olahraga hingga dua kali dalam satu tahun.

“Kemarin itu saya sudah datangin kepala sekolahnya, dan terkait seragam yang diganti sampai dua kali dalam satu tahun di sekolah tersebut tidak ada. Saya juga sudah cek, koperasi sekolah tersebut ada ijin nya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang wali murid berinisial H berencana akan membuat aduan ke Balai Kota, terkait adanya praktik jual beli pakain seragam khas sekolah, di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) wilayah Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Adapun pakaian seragam sekolah tersebut terdiri dari batik dan olah raga. Kedua seragam itu dijual melalui koperasi sekolah pada saat kenaikan kelas.

H mengatakan, anaknya yang belakangan ini baru naik kelas dua terpaksa harus rebutan beli seragam tersebut. Sebab, kata dia, sekolah menjualnya secara bertahap dan dibatasi.

“Waktu saya beli seragam terpaksa rebutan. Maksud saya belinya nunggu di info sekolah, soalnya turunnya bertahap. Kebetulan pas turun, saya lagi ada uang. Seragam batik saya beli itu seharga Rp90.000, kalau ukuran kecil Rp85.000. Kalau yang seragam olahraga Rp110.000,” beber H kepada Satusuaraexpresss.co, Jumat 28 Oktober 2022.

Berbeda dengan AR, seorang wali murid di satu komplek sekolah tersebut mengatakan jika dalam satu tahun terakhir sudah dua kali membeli pakaian seragam sekolah anaknya. Namun, AR tidak begitu merinci biaya yang dikeluarkannya.

“05 si lebih ribet. Iya peraturan sekolahnya. Pokoknya, 05 beda sendiri dibanding yang lain, apa lagi itu udah ganti 2x. Baru setahun udah ganti,” tambah AR.

Kepada Satusuaraexpress.co, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD), Satiman meminta agar wali murid menginformasikan hal tersebut kepada Sudin terkait.

“Seragam khas sekolah di koperasi yang sah boleh dengan catatan harga murah dan terjangkau,” ujarnya.

Dilain sisi, Satiman mengatakan sekolah tidak boleh jual seragam.

“Yang jelas, intinya sekolah tidak boleh jual,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *