Berita  

Kisah ‘Biarawati Ganja’, Menanam, Memberkati, Hingga Menjual Ganja

IMG 20221031 WA0009

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Berpakaian seperti layaknya biarawati dengan kerudung dan baju berwarna hitam dan putih, membuat banyak orang mengira The Weed Nuns adalah seorang biarawati Katolik. Namun, The Weed Nuns tidak mewakili kelompok agama tertentu.

The Weed Nuns merupakan anggota dari kelompok persaudaraan yang meyakini kekuatan medis ganja.

Mereka dikenal dengan kelompok The Sisters of the Valley.Ya, sekelompok perempuan berpakaian ala biarawati ini mengaku mereka sebagai penyembuh, feminis, dan juga pebisnis.

Dikenal dengan the Weed Nuns karena mereka membudi dayakan ganja di tempat tinggal mereka.

Dipimpin oleh Suster Kate, para perempuan itu adalah anggota dari kelompok biarawati yang memproklamasikan diri sebagai “penyembuh” dan “feminis”, dan yang terpenting, pebisnis.

Kendati begitu, mereka tidak mewakili agama tertentu. “Saya memilih industri yang kacau,” kata Suster Kate.

“Ini mungkin akan kacau dan saya mungkin harus banyak memutar otak dan menghindar,” lanjutnya.

Dia mengacu pada semua peraturan teknis yang membingungkan dalam undang-undang seputar industri ganja California.

California adalah rumah bagi apa yang disebut sebagai “serbuan hijau” produksi ganja.

Itu menjadi negara bagian pertama yang melegalkan ganja medis pada 1996 dan ganja rekreasional pada 2016.

Bagaimanapun, hukum negara bagian penuh dengan celah peraturan. Artinya, legalitas budidaya ganja bervariasi dari kota ke kota.

Jadi, meskipun penggunaan ganja dianggap legal di negara bagian, hampir dua pertiga kota California melarang bisnis ganja.

Sementara sejumlah kota mempersulit bisnis ganja dengan rumitnya pemberian izin.

Bagi para biarawati di Sisters of the Valley, menanam 60 tanaman di area terbuka di Merced County tempat mereka tinggal, berada di zona abu-abu di ranah hukum.

“Para sheriff tahu itu, mereka membiarkan saya melakukan ini,” ujar Suster Kate.

“Tapi benar-benar tak ada alasan bagi mereka untuk membiarkan saya melakukannya,” lanjutnya.

“Mereka bisa saja menghentikan saya sekarang hanya karena menanam rami (ganja) di daerah ini,” terangnya.

“Tapi saya pikir mereka tahu bahwa kami bisa menantang undang-undang dan mengubahnya di daerah ini… Dan saya pikir mereka tahu itu akan menjadi pertarungan yang tak ingin mereka lakukan,” ungkapnya.

Suster Kate mengatakan pendekatan itu akan menguntungkan petani seperti Biarawati Ganja.

“Sebenarnya, saya ingin mereka memberi kami izin, karena itu akan menjadi kemenangan. Dan karena kami membayar pajak,” ujarnya.

Perdagangan ganja ilegal diperkirakan bernilai sekitar USD8 miliar (Rp124,4 triliun), sekitar dua kali lebih besar dibanding perdagangan ganja legal di California pada 2021.

Salah satu dealer bawah tanah, yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa dia dapat menawarkan produk yang lebih baik dan menghasilkan lebih banyak untung dengan beroperasi di luar parameter hukum.

“Hanya sekedar mendapatkan lisensi itu akan menghasilkan biaya sekitar satu juta dolar,” katanya.

“Dan di industri tempat kami berada, Anda bisa mengumpulkan satu juta dolar hanya dengan melakukan apa yang Anda lakukan dengan membuatnya tersedia bagi semua orang yang tak memiliki kartu atau tidak memiliki mobil untuk mendatangi sebuah klub,” terangnya.

Di seluruh California, mereka yang pernah menangkap orang karena pelanggaran ganja sekarang merangkul bisnis legal.

“Kita perlu membuatnya sedikit lebih mudah bagi orang-orang yang melakukannya secara legal,” kata Kepala Polisi Ruben Chavez dari Departemen Kepolisian Gustine di Central Valley.

“Mempermudah mereka untuk bisa menghasilkan produk dan tidak harus melalui banyak rintangan,” ujarnya.

Sejauh tahun ini, California telah menerima hampir USD580 juta (Rp9 triliun) pendapatan pajak dan Ruben Chavez meyakini pelonggaran regulasi akan menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk kotanya dan membantu upaya departemennya untuk memberantas perdagangan ilegal.

“Sumber daya kami semakin berkurang,” katanya.

“Tetapi jika kita bisa mendapatkan pendapatan, bantuan, tidak hanya dari negara, mungkin dari Fed (FBI, biro investigasi federal di AS) untuk mengejar orang-orang yang melakukannya secara ilegal… Jika Anda menghentikan penanam ilegal, operasi ilegal sedikit-sedikit, saya pikir komunitas bisnis yang melakukannya secara legal akan lebih banyak mendapatkan [pendapatan],” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *