Nama Harum Syarif Hidayatullah atau Sayyid Kamil

Screenshot 20220919 132854 Chrome

Satusuaraexpress.co – Macan mati meninggalkan belang, pun gajah mati meninggalkan gading. Nama harum Syarif Hidayatullah atau Sayyid Kamil atau Susuhunan ing Cirebon atau Sunan Gunung Jati meninggalkan banyak warisan kepada anak cucu bangsanya, dari mulai ilmu dan ajaran, budaya, bahkan benda-benda yang menyertai beliau semasa hidup.

Beliau wafat pada 1568 M di usia 120 tahun. Beliau dimakamkan di Bukit Gunung Jati yang sekarang masuk wilayah administratif Desa Astana, Kabupaten Cirebon.

Menarik sekali membahas mengenai kompleks pemakaman di sini. Makam-makam di sini dipisahkan secara hierarkis dengan adanya tingkatan-tingkatan. Hal ini menjadi paradoksal di tengah ajaran Islam yang tidak mengenal hierarki. Secara umum, kompleks ini dibagi menjadi dua, yakni profan dan sakral.

Profan ini dibatasi oleh gerbang tingkat 3 yaitu Pasujudan. Setelahnya hanya kerabat raja yang boleh masuk. Hal ini berkenaan dengan teori yang berkenaan dengan kedekatan dengan tokoh suci, tempat suci, dan benda suci. Kemudian, kedekatan dengan sesuatu yang serba suci ini adalah lambang dan simbol untuk menguatkan statusnya sebagai penguasa tertinggi, tentu di wilayah Cirebon.

Untuk mengurusi segala hal tentang rumah tangga Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, dibentuklah suatu kepengurusan yang terdiri dari Jeneng sebagai kepala administrasi, Penghulu sebagai pengurus masjid, Bekel Tuwa, Pembantu Jeneng, Bekel Anom, dan Wong Kraman.

Khusus untuk Jeneng, Penghulu, Bekel Tuwa, dan Anom diangkat langsung oleh Sultan Sepuh dan Sultan Anom. Khusus pula untuk Jeneng harus dari keturunan Patih Keling, sedang pengurus lain harus dari keturunan pengikut dari Patih Keling.
Sekian.

Penulis: Akun Instagram @lampaubercerita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *