Berita  

Menyoal Terlapor Keluarkan Senpi Tidak Ditangkap Kapolrestro Jakpus: Harus Lewat Tahap Klarifikasi

Tembak mati ilustrasi 1 1

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin menanggapi soal terlapor berinisial JT tidak ditangkap saat terekam keluarkan senjata api dari dalam tasnya. Menurutnya, kasus ini harus melewati tahapan klarifikasi terlebih dulu.

“Jadi, untuk tangkap atau tidak, tentunya itu berdasarkan hasil proses klarifikasi yang dilakukan oleh penyidik. Sekiranya memang perlu, memenuhi unsur segala macam pasti dilakukan penangkapan,” katanya saat dikonfirmasi Satusuaraexpress.co via seluler, Kamis 1 September 2022.

Komarudin mengungkapkan, kasus ini berujung saling lapor. “Makanya karena ini saling lapor, tentunya itu perlu diklarifikasi kebenaranya,” tambahnya.

Namun, Kapolres tersebut tidak begitu merinci persoalan saling lapor itu. Dia hanya mengarahkan untuk konfirmasi lanjut ke Penyidik. “Sekarang silahkan tanyakan ke penyidik,” sambungnya.

Komarudin juga memastikan senpi yang dikeluarkan JT dari dalam tasnya tersebut dilengkapi ijin. “Informasinya ada. Untuk jenisnya saya kurang tau,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, tindakan JT tersebut, polisi masih mendalami peruntukan ijin senpi tersebut.

“Masalah boleh atau tidaknya, tentu kita lihat peruntukanya. Yang pertama perijinan, dia ijinya, ijin apa? Apakah itu untuk olah raga atau bela diri, kemudian dia ditaruh meja maksudnya untuk apa? Apakah untuk mengancam, apakah menaruh saja dan sebagainya, nah itulah yang makanya kita harus klarifikasi, kita cocokan persesuaian dengan tayangan yang ada dalam atau terekam dalam cctv,” bebernya.

Sebelumnya diberitakan, pemilik salah satu Hotel di wilayah Mangga Besar berinisial JT masih bebas beraktifitas meski sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat atas kasus pengancaman dengan Nomor Laporan : LP/B/334/II/2022/SPKT/POLRES JAKPUS/PMJ.

JT diduga melakukan pengancaman kepada pelapor, Iwan Tahapari dengan menggunakan senjata api.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pelapor hendak menjalankan tugas penagihan uang penjualan sendal sepatu senilai Rp 3,2 miliar.

“Disitu, JT mengeluarkan senpi dari dalam tasnya sambil berteriak dan mengancam mau tembak mati saya dan teman-teman,” kata korban dengan sapaan Iwan Ambon saat dikonfirmasi Satusuaraexpress.co, Senin 29 Agustus 2022.

Iwan menjelaskan, peritiwa yang sempat mengancam keselamatanya itu dilaporkanya pada 15 Februari 2022 lalu. Namun, terlapor JT sampai saat ini belum juga dilakukan penangkapan oleh Polisi.

Kata Iwan “Penyidik sudah melakukan gelar perkara dengan bukti rekaman CCTV dan hasilnya tidak cukup bukti.

Selain dinilai gelar perkara yang sepihak, Iwan menyayangkan Polisi tidak mengusut senjata api yang dikeluarkan JT saat itu.

Ia pun berencana dalam waktu dekat akan membuat laporan lanjut ke tingkat Polda sampai Mabes Polri.

Satusuaraexpress.co sudah menghubungi Polres Metro Jakarta Pusat, namun hingga berita ini diterbitkan Kanit Reskrim, AKP Suminto tidak mau memberikan jawaban.

Sementara, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) sekaligus Pakar Hukum dan Pidana, dr. Muhammad Nurul Huda, SH.,MH menanggapi gelar perkara tersebut.

Menurutnya, gelar perkara seharusnya Pihak Kepolisian mengundang Pelapor dan Terlapor. Bukan dengan cara sepihak.

“Gelar perkara atau biasa disebut dengan ekspos perkara juga harus dihadiri langsung oleh pihak pelapor dan terlapor. Tidak boleh diwakilkan oleh pihak lain,” tutupnya.

Writer: Herpal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *