Kasus Hepatitis Akut Serang Anak-anak, Benarkah Dipicu Karena Covid-19?

IMG 20220504 083736
Ilustrasi hepatitis.

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk mewaspadai perkembangan penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui etiologi atau asal usulnya hingga saat ini.

Dikutip dari surat edaran bernomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan Terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Ekologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetologi) disebutkan WHO telah menetapkan penyakit itu sebagai Kejadian Luar Biasa.

Penetapan itu dilakukan pada 15 April 2022 setelah menyerang anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun. WHO menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut pada anak-anak selama periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus Hepatitis Akut Misterius dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. Kisaran kasus terjadi juga pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya atau 10 persennya memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Sementara itu, Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan pada dasarnya hepatitis ini tidak sepenuhnya masih misteri. Sebab, hepatitis telah terindikasi dipicu oleh Covid-19 atau varian-variannya yang memang turut menyerang hati meski ditularkan melalui pernapasan.

“Dampaknya sistemik, antara lain merusak atau mengganggu fungsi dari liver atau hepa, nah ini yang bisa menyebabkan hepatitis. Bahwa ada kasus penderita covid mengalami kekuningan, itu ada di awal-awal itu sudah terdeteksi,” kata Dicky mengutip dari Tempo.co, Selasa, 3 Mei 2022.

Seiring dengan mutasi Covid-19, terutama setelah munculnya varian Omicron, Dicky menjelaskan, infeksi dari virus corona menular lebih cepat, termasuk ke anak-anak yang mayoritas belum divaksin. Karenanya, kata dia, ini menjelaskan kenapa Hepatitis Akut ditemukan banyak menyerang anak-anak

“Jumlah mereka banyak dan meskipun saat ini sebagian di atas 6 tahun sudah divaksin, tapi di bawah 5 tahun belum bisa divaksin. Pada sebagian dari yang di atas 6 tahun itu belum sempat dibooster, ini yang kita harus mewaspadai karena bisa berdampak pada fungsi hepa atau hati,” ucap Dicky.

Hati, menurut dia juga merupakan organ yang paling sering terdampak infeski Covid-19. Para peneliti global pun kata Dicky juga menempatkan salah satu potensi penyebab hepatitis ini dikaitkan dari keberadaan varian baru atau sub varian baru dari Covid yang merupakan turunan dari Omicron atau yang lainnya.

“Ini yang masih harus kita tunggu. Bahwa ini faktor ilmiah bahwa infeksi Covid-19 menyebabkan lemahnya bahkan menyerang sel T yang merupakan bagian penting sistem pertahan tubuh kita,” ujar Dicky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.