Polda Banten Imbau Masyarakat Waspada Bencana Anak Krakatau

IMG 20220426 WA0001

Banten, Satusuaraexpress.co – Masyarakat Banten diimbau untuk waspada terjadinya bencana dari gunung anak krakatau. Hal ini disampaikan dalam surat edaran pemerintah nomor 184.Lap/GL.05/BGL/2022, Senin (24/4/2022) melalui Badan Geologi Kementerian ESDM yang ditandatangani oleh Kapala Badan Geologi, Eko Budi Lelono.

Budi menyebutkan, bahwa aktivitas Gunung Anak Kraktau terjadi peningkatan dari Level II waspada, menjadi Level III Siaga.

“Benar, kami telah menerima surat dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan telah mempelajari isi dalam surat tersebut untuk ditindaklanjuti oleh Polda Banten,” kata Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (25/04/2022).

Shinto mengatakan, Badan Geologi telah mengidentifikasi Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang menunjukan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter sekitar 2 kilometer itu menjadi kawasan yang rawan bencana. “Potensi bahaya berupa lontaran material pijar dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi, kemungkinan lontaran akan menjangkau jarak yang lebih jauh dan sebaran abu vulkanik juga bergerak sesuai arah dan kecepatan angin ke kawasan yang lebih jauh,” sambungnya.

Dalam masa Operasi Ketupat Maung 2022, kata Shinto, polisi mengantisipasi arus mudik menjelang Idul Fitri 1443 H sekaligus mensosialisasikan informasi tersebut secara meluas kepada masyarakat sehingga warga yang akan melintas di wilayah Banten terutama warga Banten mempunyai kewaspadaan diri dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Kami perlu sosialisasikan meluas informasi ini, sehingga warga yang melintas wilayah Banten terutama warga Banten dapat waspada dari kemungkinan terjadi bencana alam seperti gempa, gelombang air laut tinggi hingga tsunami termasuk gangguan dari abu vulkanik yang terbawa angin,” terang Shinto.

“Pengecekan kesiagaan personel, sarana dan prasarana juga koordinasi lintas sektoral dalam manajemen kontijensi bencana akan dilakukan terus menerus oleh Polda Banten dan Polres jajaran, sehingga dampak bencana bila terjadi dapat diminimalisir terutama yang mengakibatkan korban jiwa,” tutup Shinto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.