Demo Mahasiswa, Waketum MUI Minta Aparat Keamanan Tak Halangi

204111720170112 083637 6375 aksi.bela .rakyat .121 .mahasiswa .bem .seluruh .indonesia 780x390 1

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Sejumlah tokoh angkat suara terkait aksi demonstrasi yang akan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Istana Negara pada Senin (11/4) besok.

Kali ini Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turut angkat suara. Anwar Abbas meminta aparat keamanan tak menghalang-halangi demonstrasi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa hanya melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi terkait situasi yang tengah dilanda Indonesia saat ini.

Beberapa hal yang jadi perhatian demo adalah kenaikan harga kebutuhan pokok, penolakan wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode, dan penundaan pemilu 2024.

Oleh karena itu, aparat diimbau tak menghambat dan menghalangi aksi yang disebutnya sebagai bagian dari demokrasi itu.

“MUI menghimbau kepada pemerintah dan seluruh pihak terkait agar menghormati hak-hak dari mahasiswa dan rakyat yang ikut berunjuk rasa dengan tidak menghambat dan menghalang-halangi kelompok mahasiswa atau peserta unjuk rasa yang akan datang ke Jakarta, yang akan datang dari berbagai daerah, agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik,” kata Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4).

Di samping itu, Anwar juga mengimbau para demonstran tak anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Ia meminta para pengunjuk rasa tak terprovokasi, tertib, dan menjaga kebersihan lingkungan selama menggelar aksi.

“Kepada yang akan melakukan demonstrasi dan juga kepada semua pihak agar dalam menyampaikan aspirasinya hendaklah dilakukan dengan tertib, tidak anarkis, dan tidak melanggar hukum serta tetap bisa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi,” imbaunya.

Anwar pun kembali meminta aparat dan para penegak hukum mampu mengendalikan diri dengan tidak menggunakan peluru tajam dan tindakan represif saat mengamankan aksi. Ia meminta seluruhnya mengedepankan hak asasi manusia.

“Kalau hal demikian sempat terjadi maka dia akan meninggalkan luka yang dalam di hati rakyat serta masyarakat luas dan itu jelas tidak baik bagi perjalanan kehidupan demokrasi di negeri ini kedepannya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.