Usai Telepon Putin, Presiden Prancis ‘Yang Terburuk Akan Datang’

penampakan kerusakan di ukraina akibat serangan rusia 5 169

Satusuaraexpress.co – Presiden Prancis Emmanuel Macron yakin “yang terburuk akan datang” di Ukraina, setelah panggilan telepon selama 90 menit dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya Putin berniat merebut ‘seluruh’ negara itu.

“Perkiraan presiden adalah yang terburuk akan datang, mengingat apa yang dikatakan Presiden Putin kepadanya,” kata seorang ajudan senior Pemimpin Prancis kepada wartawan tanpa menyebut nama, seperti dikutip AFP, Jumat 4 Maret 2022.

“Tidak ada apa pun dalam apa yang dikatakan Presiden Putin kepada kami yang dapat meyakinkan kami. Dia menunjukkan tekad yang besar untuk melanjutkan operasi,” lanjut ajudan itu.

Dia menambahkan bahwa Putin “ingin menguasai seluruh Ukraina. Dia akan, dengan kata-katanya sendiri, melakukan operasinya untuk ‘menghancurkan’ Ukraina sampai akhir.”

“Anda dapat memahami sejauh mana kata-kata ini mengejutkan dan tidak dapat diterima dan presiden mengatakan kepadanya bahwa itu bohong,” imbuh ajudan itu.

Macron juga mendesak Putin untuk menghindari korban sipil dan mengizinkan akses kemanusiaan.

“Presiden Putin menjawab bahwa dia mendukung tetapi tanpa membuat komitmen apa pun,” sebut ajudan itu, seraya menambahkan bahwa Putin telah membantah bahwa militer Rusia menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.

Macron sekali lagi akan mendorong sanksi tambahan terhadap Rusia untuk meningkatkan biaya invasi, kata ajudan itu sambil menyangkal ketegangan terbuka antara kedua pria itu.

“Presiden Putin memiliki cara berbicara yang sangat netral dan sangat klinis. Dia terkadang menunjukkan tanda-tanda ketidaksabaran, tetapi pada dasarnya tidak ada tanda-tanda ketegangan terbuka selama pertukaran,” pungkas ajudan itu.

(am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.