Nitizen Indonesia Sebut Aksi Pawang Hujan di Mandalika Memalukan, Tapi Bule ini Justru Memujinya

IMG 20220323 002754

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Banyak cerita menarik dari pergelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada 20 Maret 2022 kemarin. Salah satunya terkait hadirnya pawang hujan yang bernama Rara Istiani Wulandari.

Aksinya tersebut tentu mencuri perhatian dunia, karena disiarkan langsung oleh MotoGP. Menariknya setelah Rara melakukan ritual tersebut benerapa waktu ke depan hujan mulai mereda.

Terdapat momen dimana Rara berjalan beberapa meter dengan mulut komat-kamit sembari memutar-mutar wadah yang dia bawa seperti halnya orang sedang melarutkan minuman. Namun tingkah Rara tersebut dinilai memalukan oleh warganet di Indonesia.

Beda tanggapan dengan perempuan bule yang belakangan videonya beredar di media sosial. Usai dilihat Satusuaraexpress.co, akun Tiktok @mbatinabule menampilkan seorang perempuan bule yang menyampaikan keunikan pawang hujan saat perhelatan MotoGP di sirkuit Mandalika.

“Dunia internasional heboh melihat pawang hujan di Mandalika padahal masih banyak keunikan lainnya, seperti Debus, orang jalan di atas api, ilmu kebal dan lain-lain. Inilah yang membuat Indonesia itu indah, mistis dan unik sekali.” ujarnya, seperti dikutip Satusuaraexpress.co Selasa (23/3/2022).

Bukan hanya perempuan bule itu saja yang memuji momen pawang hujan di Mandalaika.  Beberapa media asing juga memuji usaha pawang hujan tersebut. Diantaranya media asal Inggris, yakni BT SSport melalui cuitannya di Twitter.

“Kami sangat membutuhkannya. Terima kasih #IndonesianGP,” tulis status @btsportmotogp dengan mengunggah foto Rara saat melakukan ritual.

Kemudian SpeedWeek, media asal Jerman juga memberikan apersiasi. Diberitakan seorang pawang hujan perempuan ditugaskan mengusir badai saat kilat, petir, dan hujan muson mengguyur lintasan GP sepanjang 4,3 km.

Dijelaskan bahwa fungsi, atau tugasnya kerap digunakan dalam acara besar seperti pernikahan, konser musik, dan kompetisi olahraga. Masyarakat di Indonesia percata pawing tersebut dapat mengendalikan cuaca sesuai harapan.

“Kondisinya meningkat secara signifikan,” tulisan di akhir artikel tersebut saat hujan mulai mereda di Sirkuit Mandalika kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.