Ini Sebabnya 91,3 Persen Masyarakat di Jawa-Bali Miliki Antibodi Covid-19

WhatsApp Image 2021 04 13 at 06.14.28

Satusuaraexpress.co – Sebanyak 91,3 persen masyarakat di Jawa-Bali telah memiliki antibodi terhadap covid-19. Hal itu diketahui berdasarkan survei pemerintah bersama peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI).

“Kalau kita bedakan lagi Jawa Bali dan luar Jawa Bali, meskipun di luar Jawa Bali lebih sedikit proporsi penduduk yang memiliki antibodi terhadap sarcov2 (84,1 persen) tapi bedanya tidak terlalu jauh,” ujar salah satu peneliti FKM UI Iwan Ariawan dalam konferensi pers secara virtual terkait Hasil Serologi Survey Nasional, Jumat, 18 Maret 2022.

Iwan menilai perbedaan yang tidak besar antara di Jawa-Bali dan di luar wilayah itu menunjukkan penyebaran covid-19 merata ke seluruh wilayah. Selain itu, antibodi masyarakat di wilayah aglomerasi lebih baik dari non aglomerasi.

Baca Juga : Kemenkes Tegaskan Masih Fokus pada Vaksin Booster Pertama

Menurut dia, 90,8 persen masyarakat di wilayah aglomerasi memiliki antibodi covid-19 dan non aglomerasi 83,2 persen. Antibodi masyarakat terbentuk melalui dua cara, yaitu dengan terinfeksi covid-19 dan divaksinasi.

“Orang yang mendapatkan vaksinasi itu proporsi memiliki antibodi lebih tinggi, lebih tinggi dari yang cuma terinfeksi covid-19,” kata dia.

Survei ini dilakukan pada November-Desember 2021dengan melibatkan sampel di 100 kabupaten/kota. Kementerian Kesehatan dan FKM UI mengambil 20 orang sampel utama dan 60 serta sampel cadangan di setiap desa/kelurahan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.