Eks Diplomat AS Ingatkan Pidato Biden Ejek Putin Bikin Suasana Berbahaya

trump vs biden scaled

Satusuaraexpress.co – Mantan Diplomat Amerika Serikat, Richard Haass, mengkritik komentar Presiden Joe Biden soal kekuasaan Presiden Rusia Vladimir Putin. Eks politisi Partai Republik itu menilai, pernyataan Biden makin membuat situasi semakin lebih berbahaya.

“Komentar oleh @potus membuat situasi sulit menjadi lebih sulit dan situasi berbahaya menjadi lebih berbahaya,” kata Haass dalam unggahan Twitter yang dibuat pada hari Minggu, 27 Maret 2022.

Haass mengatakan, sebaiknya Gedung Putih kini fokus bagaimana memperbaiki kerusakan ini. Presiden Institut Penelitian Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR) AS itu, bahkan menyarankan, seharusnya AS bisa menghubungi rekannya untuk menyelesaikan masalah secara langsung dengan pemerintah Rusia.

Gedung Puih sudah mengklarifikasi pernyataan dari Biden. Menurut Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, Biden tidak menyerukan perubahan rezim di Rusia saat mengomentari kekuasaan Vladimir Putin.

Sumber tersebut menegaskan, maksud sebenarnya dari pernyataan yang diucapkan Biden adalah bahwa Putin tidak dapat diizinkan untuk menjalankan kekuasaan atas tetangganya atau wilayahnya.

“Dia tidak membahas kekuasaan Putin di Rusia, atau perubahan rezim,” kata pejabat itu setelah pidato Biden di Warsawa pada Sabtu, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 27 Maret 2022.

Dalam pidatonya, Biden mengolok-olok Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mencapnya sebagai ‘tukang jagal’. Politisi Partai Demokrat itu menyebut Putin tidak bisa selamanya berkuasa di Rusia dan peperangan ini adalah perjuangan negara demokratis.

Rusia sudah menanggapi komentar Biden itu. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, bukan urusan Biden untuk memutuskan siapa Presiden Rusia.

Rusia menginvasi Ukraina sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Konflik di medan peperangan yang memburuk menandakan belum ada solusi untuk masalah ini.

Ukraina adalah negara pecahan eks Uni Soviet yang ingin bergabung NATO dan Uni Eropa. Kehendak Ukraina itu, dianggap Rusia bisa mengurangi pengaruh dan mengancam keamanannya di kawasan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.