China Tak Akan Beri Sanksi Kepada Rusia, Ini Alasannya

6214cef02df7e

Satusuaraexpress.co – China menentang sanksi yang diberikan dunia internasional terhadap Rusia atas invasi yang mereka lancarkan ke Ukraina. Negeri Tirai Bambu memutuskan akan tetap menjalin kerja sama perdagangan dengan Rusia.

“China dan Rusia akan tetap melanjutkan kerja sama perdagangan secara normal dengan semangat saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Senin

Rusia telah dijatuhi sanksi sistem pembayaran antarbank internasional (SWIFT) oleh Amerika Serikat dan beberapa negara sekutunya terkait operasi militer ke Ukraina. AS bersama Kanada dan beberapa negara Eropa menghapus Rusia dari SWIFT pada Sabtu (26/2).

China menganggap sanksi terhadap sekutunya tersebut ilegal sehingga layak ditentang. Menurut dia, sanksi bukan menyelesaikan masalah, justru menciptakan masalah baru.

“China menentang sanksi untuk mengatasi masalah, apalagi sanksi unilateral tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional,” ujar Wang.

Ia mengingatkan AS agar tidak merusak kepentingan China dan pihak lain dalam mengatasi krisis Ukraina.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat sore di tengah invasi Rusia terhadap Ukraina.

“China mendukung Rusia dan Ukraina dalam mengatasi krisis ini melalui negosiasi,” kata Xi sebagaimana pernyataan tertulis yang dikirim oleh Kementerian Luar Negeri China (MFA) dikutip dari ANTARA Beijing, Jumat (25/2/2022)

Menurut Xi, pada dasarnya negaranya sangat menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara serta mematuhi prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam PBB. Xi mendesak semua pihak meninggalkan mentalitas Perang Dingin.

“Masalah Ukraina harus diselesaikan melalui negosiasi agar tercipta mekanisme keamanan yang seimbang, efektif, dan berkesinambungan,” kata pemimpin tertinggi militer China itu.

Dalam kesempatan tersebut, pucuk pimpinan Partai Komunis China (CPC) itu juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Putin pada acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada 4 Februari lalu.

Sementara itu, Putin mengadu kepada Xi bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah lama mengabaikan masalah keamanan Rusia. NATO, lanjut dia, juga berulang kali mengingkari komitmen dan terus mengerahkan militernya ke timur yang mengarah ke garis demarkasi Rusia. (am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.