Polisi Ungkap Pria Pemerkosa dan Pembunuh Wanita di Jakpus, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Screenshot 2022 03 09 14 40 45 43 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
Pria pemerkosa dan pembunuh wanita di Sawah Besar mengaku menyesal. (Dok. Istimewa)

Reporter: Ghugus Santri

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Polres Metro Jakarta Pusat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan pria berinisial A (22) yang memperkosa serta membunuh wanita AW (22), teman dekatnya di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Turut hadir, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto dan Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Muqarom.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Muqarom menyampaikan, selain memperkosa dan membunuh, pelaku juga mencuri dompet dan ponsel korban.

“Hasil keterangan dari BAP tersangka, dia ingin menghilangkan barang bukti,” kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Muqarom kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2022).

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu HP tersangka, satu HP korban, pakaian korban, pakaian dan celana tersangka, dompet korban, serta satu sarung.

“Untuk barang bukti yang kita amankan, itu setelah kita lakukan penggeledahan ditempat tersangka,” kata Setyo.

Setyo mengatakan tersangka A dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Perkara yang kita tangani adalah perkara Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 286 KUHP dan Pasal 365 ayat (3) artinya adalah perkara yang ditangani penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban dan pemerkosaan dan pencurian,” katanya.

“Tersangka diancam hukuman penjara 15 tahun,” imbuhnya.

Dalam kesempatan jumpa pers, tersangka A menyampaikan permohonan maaf. A mengaku menyesal atas perbuatannya.

“Untuk yang saya lakukan, saya sangat menyesal,” kata pelaku A (22) kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (9/3).

A mengaku perbuatan yang dilakukannya spontan. Dengan kepala tertunduk, pelaku memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban.

“Untuk keluarga korban saya minta maaf yang sebesar-besarnya, saya spontan melakukan ini, saya betul-betul minta maaf,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.