Wagub DKI Sebut PTM 50 Persen di Ibu Kota Berjalan Lancar

1078529 720

Satusuaraexpress.co – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen di Ibu Kota sejauh ini berjalan dengan lancar. Meskipun seperti diketahui, ratusan sekolah sempat ditutup sementara akibat temuan kasus COVID-19.

“Evaluasi PTM sejauh ini berjalan cukup baik ya, tidak ada kendala yang berarti,” ungkapnya di Balai Kota jakarta, Selasa (15/2/2022), dikutip dari CNN Indonesia.

PTM 50 persen di DKI Jakarta sendiri telah berlangsung sejak Jumat (4/2/2022) dua pekan lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalankan kebijakan ini demi mengerem kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron.

tetapi, Riza tidak memaparkan data sekolah yang ditutup akibat ditemukan kasus COVID-19 saat PTM 50 persen. Dia hanya meminta agar para orang tua mengawasi anaknya saat pulang maupun pergi ke sekolah.

“Terutama dalam perjalanan yang menggunakan kendaraan umum, begitu juga setelah pulang dari sekolah, selesai sekolah segera pulang ke rumah masing-masing, jangan mampir-mampir, jangan main-main, Omicron memang tidak berbahaya cuma penularannya sangat cepat dibandingkan varian Delta,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah sekolah yang ditutup akibat temuan kasus COVID-19 di tengah PTM masih 348 sekolah per Jumat (11/2/2022). Total sekolah yang ditutup sebelumnya mencapai 706 sekolah.

“Sekolah yang masih tutup 348 itu kan dari berapa kemarin 706 sekolah,” kata Riza, Jumat (11/2/2022) lalu.

Riza juga meyakinkan PTM terbatas 50 persen tetap berlanjut meski ada ratusan sekolah yang masih harus tutup sementara. Pemprov Jakarta pun terus memantau PTM 50 persen untuk melihat apakah kebijakan ini mampu mengurangi kasus COVID-19 di sekolah.

Riza mengklaim, kasus Corona selama PTM bukan akibat penularan di sekolah, melainkan terjadi di luar sekolah.

“Untuk diketahui selama ini kasus di sekolah selama PTM bukan terjadi di sekolah. Karena di sekolah itu kasusnya cuma 1, 2, itu artinya anak-anak kita itu atau tenaga pendidik kita itu terpapar virus itu di lingkungan rumah atau di perjalanan,” pungkasnya.

(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.